31 Mei 1911: Titanic Resmi Diluncurkan, Jadi Kapal Paling Terkenal dalam Sejarah

beritalokal.my.id, London – Ribuan warga memadati galangan kapal Harland and Wolff di Belfast, Irlandia Utara, pada 31 Mei 1911 untuk menyaksikan peluncuran RMS Titanic, kapal penumpang mewah yang saat itu dipandang sebagai salah satu pencapaian terbesar industri maritim Inggris.

Peluncuran Titanic menjadi tonggak penting dalam pembangunan armada White Star Line, setelah kapal saudaranya, RMS Olympic, lebih dulu diluncurkan sekitar tujuh bulan sebelumnya.

Menurut catatan yang dikutip dari jmilford-titanic, acara peluncuran dihadiri sejumlah tokoh penting industri perkapalan, termasuk Presiden Harland and Wolff, William Pirrie, dan istrinya. Peluncuran tersebut bertepatan dengan hari ulang tahun pasangan itu.

Untuk mempermudah proses peluncuran kapal raksasa tersebut ke Sungai Lagan, para pekerja menyebarkan sekitar 23 ton campuran sabun, lemak hewan, dan minyak kereta api di landasan peluncuran guna mengurangi gesekan.

Lambung Titanic yang saat itu masih kosong meluncur ke air dengan kecepatan sekitar 12 knot atau sekitar 22 kilometer per jam. Kapal kemudian berhenti sekitar satu menit setelah memasuki perairan sungai.

Meski berlangsung meriah, proses peluncuran diwarnai kecelakaan kerja. Seorang pekerja galangan kapal bernama James Dobbins dilaporkan mengalami luka serius setelah tertimpa penyangga kayu yang jatuh saat peluncuran berlangsung.

Insiden tersebut tidak segera diketahui oleh para pejabat White Star Line yang tetap melanjutkan perayaan peluncuran kapal.

Setelah proses peluncuran selesai, Titanic ditarik ke dok kering untuk menjalani tahap penyelesaian interior, pemasangan perlengkapan, dan berbagai pekerjaan akhir sebelum dioperasikan.

Sementara itu, Olympic berlayar menuju Liverpool untuk mempersiapkan pelayaran perdananya.

Titanic kemudian menjadi salah satu kapal paling terkenal dalam sejarah setelah tenggelam pada pelayaran perdananya pada April 1912 usai menabrak gunung es di Samudra Atlantik Utara. Tragedi tersebut menewaskan lebih dari 1.500 orang dan menjadi salah satu bencana maritim paling mematikan pada abad ke-20.



error: Content is protected !!