BeritaLokal, Jakarta – Beritalokal.my.id, Jakarta, Piala Dunia 2026 masih jauh dari selesai, tetapi sejumlah pihak mulai memperkirakan kandidat juaranya. Salah satunya adalah Goldman Sachs, bank investasi global yang menempuh langkah strategis dengan merilis analisis peluang setiap negara peserta dalam babak perempat final pertandingan sepak bola dunia. Laporan ini dipimpin oleh Jan Hatzius, Chief Economist dan Head of Global Investment Research Goldman Sachs, yang mengungkapkan prediksi terkait kemenangan dari 48 tim perebutan trofi.
Menurut perhitungan Goldman Sachs, Spanyol memiliki peluang terbesar untuk menjadi juara, dengan angka 26%, diikuti Prancis (19%) dan Argentina (14%). Prediksi ini dibuat berdasarkan model yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti kinerja historis tim, kemampuan mencetak gol, momentum liga, serta variabel geografis. Namun, laporan tersebut juga menghadirkan risiko “winner’s slump”-penurunan performa tim juara bertahan setelah sukses menjuarai Piala Dunia 2022.
Selain itu, Goldman Sachs memprediksi bahwa tiga negara tuan rumah, Kanada (50%), Meksiko (68%), dan Amerika Serikat (39%), memiliki peluang lolos ke babak 16 besar. Pihak bank ini juga menyebutkan bahwa sekitar 48 tim akan berjuang hingga fase gugur, yang mencerminkan ketegangan tinggi dalam pertandingan.
Ketika dibandingkan dengan prediksi pasar taruhan online, Goldman Sachs menempuh perjalanan yang lebih kompleks. Platform seperti Polymarket dan Kalshi memungkinkan pengguna menyebutkan probabilitas hasil pertandingan, sementara peneliti ekonomi dari College of the Holy Cross, Victor Matheson, mengatakan bahwa pasar ini cenderung efisien karena mampu menyerap informasi real-time dari berbagai sumber. Namun, Dmochowski dari The City College of New York menyebutkan bahwa pasar taruhan bisa bereaksi ekstrem terhadap faktor-faktor kecil, seperti cedera pemain.
Pada akhirnya, model statistik Goldman Sachs dianggap lebih sebagai eksperimen daripada ramalan pasti. Profesor Teknik Jacek Dmochowski menegaskan bahwa informasi masuk ke dalam model hanya sebagian kecil dari seluruh data yang tersedia. Karena itu, tidak ada cara “benar-benar pasti” untuk memprediksi juara sebelum pertandingan berlangsung.
Dengan prediksi ini, Goldman Sachs menunjukkan bahwa permainan sepak bola dunia 2026 akan menjadi sasaran utama investasi global. Meski keterbatasan dalam akurasi model dan pasar taruhan, laporan ini memberikan wawasan mendalam tentang dinamika yang memengaruhi hasil pertandingan.
Artikel Terkait
Piala Dunia 2026: Paredes Bocor Emosi Pas Serang Spanyol
21 Juli 2026
Ceferin Boikot Final Piala Dunia 2026 Karena Konflik FIFA
21 Juli 2026
Spanyol Minta Wasit Tegas Hadapi Argentina Final Piala Dunia
19 Juli 2026
Lionel Messi Hadiri Fanatics Fest Bersama Tom Brady di NYC
18 Juli 2026
Piala Dunia 2026 Final Spanyol vs Argentina Rekor Jerman
17 Juli 2026
Piala Dunia 2026 Tambah Pendapatan Rp5,03 Triliun Indonesia
16 Juli 2026
Adu Penalti Piala Dunia 2026 Inggris Tak Paling Buruk
16 Juli 2026
AS Menang 3-0 Bosnia, Berkuasa di Piala Dunia 2026
16 Juli 2026
Memuat komentar...