BeritaLokal, Jakarta – Pemecahan keamanan yang fatal menghantui platform media sosial Instagram setelah sistem kecerdasan buatan (AI) Meta dikelabui oleh peretas. Insiden ini menimbulkan kerugian serius bagi sejumlah akun figur publik dan lembaga penting, termasuk akun era pemerintahan Presiden Barack Obama hingga perwira tinggi militer AS.
Selain itu, aksi peretasan massal mulai terendus sepanjang akhir pekan lalu setelah keluhan masif muncul di platform Reddit dan X (sebelumnya Twitter). Investigasi digital yang beredar melalui video di X membongkar taktik cerdik dan sederhana yang digunakan pelaku, yaitu memanfaatkan jaringan VPN untuk mengubah lokasi geografis agar menyerupai posisi target. Langkah ini krusial dalam mengelabui sistem proteksi otomatis Instagram agar tidak mencurigai aktivitas login yang tidak biasa.
Di antara korban, terdapat akun historis milik Gedung Putih era Obama yang telah tidak aktif sejak 2017. Kepala Sersan Mayor Angkatan Luar Angkasa AS (US Space Force) John Bentivegna dan peneliti keamanan siber Jane Wong juga menjadi korban. Wong mengatakan, kata sandi akunnya diubah tanpa peringatan, dan ia terus menerima notifikasi pemulihan kata sandi sepanjang hari kemarin. “Ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.
Modus hacker berbasis AI menjadi sorotan. Setelah menyamarkan lokasi, peretas membuka fitur obrolan dengan asisten virtual Meta AI Support Assistant. Mereka meminta bot tersebut menambah alamat email baru ke akun target. Kecerdasan buatan Meta langsung mengirimkan kode verifikasi ke email baru milik peretas tanpa melakukan validasi berlapis. Dalam hitungan detik, peretas bisa memasukkan kata sandi baru dan mengambil alih kendali akun sepenuhnya.
Pernyataan dari TechCrunch menegaskan kevalidan metode ini setelah memeriksa kotak masuk email publik milik peretas. Keberhasilan serangan menyoroti kelemahan dalam integrasi AI dalam layanan pelanggan, di mana pelaku tidak perlu meretas atau menguasai alamat email asli. Juru bicara Instagram Andy Stone menyatakan bahwa celah keamanan tersebut kini telah ditutup dan diperbaiki sepenuhnya.
Meski demikian, Meta masih enggan memberikan rincian lebih lanjut tentang kerugian total atau jumlah korban pasti. Insiden ini menunjukkan perlu peningkatan signifikan dalam keamanan sistem AI untuk mencegah serangan serupa di masa depan.
Artikel Terkait
Kpop Fans Ditangkap Usai Bobol Asrama dan Beli Alamat
25 Juli 2026
Keamanan AI di E-Commerce Asia Pasifik Terancam Hacker
25 Juli 2026
KCIC Larang Layang-Layang Menghalangi Keamanan Jalur Whoosh
23 Juli 2026
Serangan Hebat 400 Juta Situs WordPress Terbuka Dibobol
23 Juli 2026
Sarwendah Tinggalkan Rumah Lama demi Keamanan Rumah
22 Juli 2026
Amanda Manopo Terancam Pembunuhan lewat Ancaman Digital
22 Juli 2026Putusan Arda Jaga Tantri Syalindri di Panggung Kotak
22 Juli 2026
Kenapa Samsung Galaxy Harus Simpan Fitur Classic?
22 Juli 2026
Memuat komentar...