BeritaLokal, Jakarta – Di Balik Kemudahan Belanja Pakai AI, Asia Pasifik Jadi Target Utama Hacker, laporan terbaru menyoroti bagaimana adopsi kecerdasan buatan di sektor perdagangan digital menambah tekanan pada pertahanan jaringan. Penerapan chatbot dan sistem otomatisasi tematik kini berdampak pada keamanan data transaksi, menambah risiko bagi perusahaan ini.
Laporan State of the Internet (SOTI): Securing the Agentic Storefront, Attacks on Commerce mengungkap lonjakan aktivitas bot berbahaya sebesar 63 % pada tahun 2025, angka peningkatan tertinggi di dunia. Data tersebut menunjukkan tren eskalasi serangan yang memanfaatkan teknologi AI untuk menipu sistem pembayaran serta mengumpulkan kredensial pelanggan. Akamai menegaskan bahwa tren ini berakar pada pergeseran bisnis ke model omni‑channel spear‑shot, di mana setiap interaksi digital membuka pintu serangan baru jika tidak disertai protokol keamanan yang kuat.
Reuben Koh, Director of Security Technology and Strategy APJ Akamai, menekankan pada pertemuan sabtu, 25 Juli 2026, bahwa “perusahaan harus mengadopsi pendekatan keamanan berbasis risiko yang mampu mengidentifikasi aktivitas berbahaya tersembunyi di balik otomatisasi berskala besar.” Koh mengingatkan bahwa para pelanggan tidak akan mengesampingkan kenyamanan, sehingga keamanan harus terintegrasi secara tak terlihat dalam pengalaman belanja.
Pemeriksaan sektoral menegaskan bahwa sepanjang Juli hingga Desember 2025, e‑commerce menyumbang 38 % dari total lalu lintas bot AI lintas industri di Asia Pasifik. Dalam periode ini, sektor ritel, perjalanan, dan perhotelan menyesuaikan chatbot berbasis Generative AI untuk menambah personalisasi dan menurunkan tingkat pembatalan, namun hal itu juga menyamarkan batas antara lalu lintas yang sah dan serangan seperti credential stuffing, scraping, dan penyalahgunaan API.
Keamanan Andal di Industri Perjalanan
Industri perjalanan dan perhotelan menampakkan sensitivitas tinggi akibat fragmentasi platform, ketergantungan pada aplikasi seluler, serta lonjakan reservasi musim liburan (Tahun Baru Imlek, Golden Week, Diwali, dan libur akhir tahun). Sektor ini mencatat 22 % dari total serangan web terhadap perdagangan digital di APAC, dengan 25 % dari serangan tersebut secara khusus menargetkan API. API yang menghubungkan pembayaran, inventaris, hingga logistik kini menjadi pintu masuk utama bagi penyerang yang menargetkan data transaksi dan sistem pemesanan.
Di sisi lain, serangan Distributed Denial of Service (DDoS) berbasis Layer 7 mengalami peningkatan 39 % sepanjang 2025, dari 260 miliar menjadi 361 miliar kejadian-tanda bahwa lalu lintas tinggi selama musim belanja dan liburan memicu peningkatan kelangitan. Ritel memikul porsi terbesar bagi serangan DDoS Layer 7 berbasis API (51 %), diikuti oleh perhotelan (28 %) dan perjalanan (21 %). Akamai menegaskan bahwa ketahanan siber harus menjadi strategi utama bagi bisnis agar tetap dapat beroperasi ketika tekanan serangan memuncak.
DDoS Layer 7 Memperburuk Infrastruktur
Menghadapi ancaman ini, Akamai mengimbau perusahaan untuk memetakan rantai pendapatan yang terhubung dengan API, mengelola otomatisasi secara fleksibel berdasarkan tingkat risiko, serta memperkuat kapasitas infrastruktur guna mengantisipasi lonjakan lalu lintas saat puncak musim belanja. Pendekatan yang ditandai oleh analisis risiko, deteksi anomali, dan mitigasi berbasis perilaku dijadikan solusi yang mampu menyeimbangkan keamanan dengan pengalaman pelanggan yang mulus. Dengan strategi tersebut, bisnis e‑commerce di Asia Pasifik dapat menjaga integritas layanan sambil mendefinisikan ulang keamanan cerdas yang mengandalkan AI sebagai sekutu, bukan ancaman.
Artikel Terkait
Kpop Fans Ditangkap Usai Bobol Asrama dan Beli Alamat
25 Juli 2026
KCIC Larang Layang-Layang Menghalangi Keamanan Jalur Whoosh
23 Juli 2026
Serangan Hebat 400 Juta Situs WordPress Terbuka Dibobol
23 Juli 2026
Sarwendah Tinggalkan Rumah Lama demi Keamanan Rumah
22 Juli 2026
Amanda Manopo Terancam Pembunuhan lewat Ancaman Digital
22 Juli 2026Putusan Arda Jaga Tantri Syalindri di Panggung Kotak
22 Juli 2026
Kenapa Samsung Galaxy Harus Simpan Fitur Classic?
22 Juli 2026
Konser Tantri Kotak Terhenti Akibat Fan Memeluk Vokalis
21 Juli 2026
Memuat komentar...