BeritaLokal, Jakarta – SK Hynix Kembangkan Teknologi 3D Stacked RAM, Untuk On-Device AI di Smartphone? Dalam laporan yang diperoleh dari ZDNet, perusahaan semikonduktor asal Korea Selatan menegaskan langkah ambisiusnya mengembangkan solusi RAM tumpukan 3D yang berpotensi memecahkan batasan performa AI on-device yang telah lama menunggu di dunia smartphone. Strategi ini menargetkan integrasi silicon-on-logic, di mana chip memori ditumpuk secara langsung di atas chip prosesor utama (SoC), menguatkan konektivitas antar komponen.
DRAM-on-Logic Kecepatan Lebih Tinggi
SK Hynix menjelaskan bahwa teknologi DRAM-on-logic memotong jarak fisik antara memori dan inti proses, sekaligus memperluas jalur data tanpa memori memerlukan ruang tambahan. Dengan demikian, transfer data dapat mencapai kecepatan yang secara signifikan lebih tinggi, sekaligus memperkecil konsumsi daya. Akibatnya, thermal output juga berkurang, sehingga smartphone tidak mudah panas saat menjalankan aplikasi AI berat. Proyek ini merespons ketidakmampuan DRAM tradisional untuk memenuhi tuntutan latensi rendah dan bandwidth tinggi pada algoritma pembelajaran mesin modern.
Sebagai peneliti di bidang mikroelektronik, Dr. Eun-Jung Park, yang terlibat dalam pengembangan, menekankan bahwa on-device AI kini bisa diproses secara real-time tanpa harus mengandalkan server cloud. “Dengan memori tumpukan ini, smartphone dapat mengkalkulasi model deep learning secara independen, menjaga privasi data sekaligus mengurangi latensi internet,” ujarnya. Inovasi ini menjawab keberatan konsumen yang prihatin akan depedensi jaringan pada fungsi AI, seperti asisten virtual, pengenalan wajah, dan filter augmented reality.
Manfaat 3D RAM bagi Smartphone Premium
Sehubungan dengan dampaknya, produsen ponsel terkemuka seperti Apple dan Samsung diperkirakan akan menjadi pelopor penerapan arsitektur 3D stacked RAM pada sistem smartphone premium mereka. Pada saat yang sama, pasokan DRAM tradisional di pasar global diperkirakan tidak akan bergeser terlalu jauh, karena produksi masih melayani kebutuhan kelas menengah yang tidak menuntut kecepatan AI tingkat tinggi. Namun, standar baru ini dapat memicu pergeseran persaingan di segment high-end, di mana kinerja AI menjadi sorotan utama bagi konsumen tech-savvy.
Sk Hynix sendiri mengungkapkan bahwa proses fabrikasi chip tumpukan berhasil diimbangi dengan efisiensi energi puluhan persen lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya. Dengan demikian, pabrikan smartphone tidak hanya dapat menambah fitur AI canggih, tetapi juga mempertahankan masa pakai baterai yang lebih lama. Penerimaan pasar ditunggu, namun ekspektasi positif di antara investor sektoral tinggi, mengingat potensi pertumbuhan pasar AI device selama dekade mendatang.
Tantangan & Prospek Teknologi 3D RAM
Meski menawarkan solusi, penerapan teknologi 3D stacked RAM tidak lepas dari tantangan. Salah satunya adalah kebutuhan akan peralatan fabrikasi IP menggunakan proses 3 nm atau lebih kecil, yang masih terbatas pada pabrik semi yang berkapital tinggi. Selain itu, optimisasi software diperlukan agar algoritma AI dapat memanfaatkan kapasitas memori tumpukan secara efisien. Para insinyur di tim pengembangan perangkat lunak Bada dan Samsung Electronics tengah meneliti kemungkinan interoperabilitas dengan driver memori khusus.
Walaupun demikian, prospek jangka panjangnya amat menjanjikan. Dengan kemampuan untuk mengeksekusi model AI lebih kompleks secara on-device, aplikasi-aplikasi seperti real-time translation, smart photography, dan block-chain private blockchain akan menjadi lebih responsif dan aman. Di kebanggaan industri smartphone, pengembangan 3D stacked RAM menjadi tonggak yang memungkinkan kompetisi lebih sehat antara pabrikan dengan berbasis inovasi teknologi daripada sekadar power-hungry silicon.
SK Hynix Kembangkan Teknologi 3D Stacked RAM, Untuk On-Device AI di Smartphone? Inilah pertanyaan yang kini sedang ditaliti bersama vendor hardware, software, dan konsumen. Jika terobosan ini terwujud secara komersial dalam tahun-tahun mendatang, smartphone masa depan tidak sekadar platform komunikasi, melainkan juga pusat kecerdasan buatan ini akan menjadi lebih kuat, lebih responsif, dan lebih independen dari jaringan.
Artikel Terkait
SK Group: Aset Dijual Bayar Perceraian Rp 11,59 Triliun
25 Juli 2026
Harga Snapdragon 8 Elite Gen 6 Naik, Dampak HP Flagship
25 Juli 2026
PUBG Mobile Lebih Mulus di Samsung Galaxy S26 Ultra
23 Juli 2026
Samsung Ungkap My Fan Cam Fitur Kamera Multi-Persona
23 Juli 2026
Harga z Fold8 Dimulai Rp 28,5 Juta di Indonesia
22 Juli 2026
ASML Tawarkan Bonus Karyawan 20.000 Euro
21 Juli 2026
Vivo X300 E siap meluncur spesifikasi dan fitur unggulan
21 Juli 2026
Semikonduktor Taiwan Tuntutan TSMC Hasilkan Listrik Sendiri
20 Juli 2026
Memuat komentar...