Orang Kaya Kini Pilih Gadai Barang Mewah Ketimbang Jual Asetnya

BeritaLokal, Jakarta – Para investor berkekayaan (HNWI) di Indonesia mulai memodifikasi portofolio investasi mereka dengan mengutamakan instrumen likuiditas seperti gadai barang mewah alih-alih menjual asetnya. Tindakan ini terjadi di tengah dinamika pasar ekonomi yang kompleks, termasuk fluktuasi harga saham, kenaikan suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik global.

Selain itu, barang mewah seperti jam tangan eksklusif (Patek Philippe, Rolex) dan tas tangan berkeunikan (Hermès Birkin) kini dianggap sebagai “safe haven” yang menjamin kestabilan nilai hingga inflasi. Direktur PT Lesca Gadai Premier, Bastian Purnama, mengatakan bahwa nasabah premium mulai memilih gadai sebagai solusi untuk memperoleh dana segar tanpa harus melepas koleksi mereka yang sering mengalami peningkatan nilai. “Mereka menyadari bahwa menjual aset mewah saat ini bukan strategi optimal karena potensi kenaikan harganya sangat tinggi,” kata Bastian, dalam wawancara terhadap beritalokal.my.id.

Data pasar menunjukkan bahwa instrumen investasi tradisional seperti saham dan obligasi mengalami volatilitas yang signifikan sepanjang awal tahun 2026. Sebaliknya, pasar sekunder untuk barang mewah memperlihatkan ketahanan tinggi. Aset-aset ini sering mencatat pertumbuhan nilai yang meyakinkan, menjadikannya pilihan ideal untuk menjaga daya beli.

PT Lesca Gadai Premier merespons fenomena ini dengan menawarkan layanan gadai mewah sebagai solusi likuiditas strategis. Layanan ini memungkinkan pemilik aset mengalirkan dana tanpa harus melepas kepemilikan barang koleksi mereka. Faktor utama kepercayaan nasabah terhadap layanan ini adalah sertifikasi internasional seperti ISO 9001 (sistem manajemen mutu) dan ISO 27001 (sistem manajemen keamanan informasi). “Keamanan fisik dan data menjadi kunci utama, karena para pemilik aset berkekayaan mengutamakan privasi,” terangkan Bastian.

Pada proses gadai, tim penilai dilengkapi dengan teknologi canggih dan akses database global untuk memastikan taksiran harga yang adil (fair market value). Nasabah mendapatkan plafon pinjaman maksimal berdasarkan metode penilaian ilmiah. Layanan juga menawarkan keandalan transparansi, dengan proses transaksi bisa dilakukan dari rumah atau kantor tanpa perlu ke gerai fisik.

Perusahaan bertujuan memperluas layanan ini ke Kota Surabaya, Medan, dan kota-kota besar lainnya dalam 1-2 tahun mendatang. Mereka menekankan nilai resiliensi, transparansi, dan keamanan informasi sebagai fondasi utama untuk mendorong permintaan pasar. Dengan pendekatan ini, HNWI dapat tetap tumbuh di tengah ketidakpastian ekonomi global tanpa mengorbankan privasi atau kesejahteraan finansial.

Artikel Terkait

0