Proyek Manpatu akan Tambah Produksi Gas Blok Mahakam 20% di 2027

BeritaLokal, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) telah selesai menyelesaikan pemasangan jacket dan topside untuk Platform Offshore Manpatu, proyek pengembangan lapangan migas di kawasan lepas pantai South Mahakam. Proyek ini berlokasi sekitar 35 kilometer dari pesisir Balikpapan, Kalimantan Timur, dan merupakan bagian dari strategi PHM untuk meningkatkan produksi gas hingga 80 juta kaki kubik per hari (MMSCFS) pada tahun 2027. Diperkirakan, proyek ini akan menambah 20% produksi total Mahakam di masa depan.

Pengembangan Platform Offshore Manpatu dirancang untuk mendukung operasi eksplorasi dan eksploitasi migas di wilayah kerja Mahakam. Proyek ini, kata General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk memperkuat keberlanjutan produksi migas dan mendukung ketahanan energi nasional. “Kami berinvestasi dalam eksplorasi untuk menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta menjaga stabilitas produksi minyak bumi dan gas alam selama puluhan tahun,” kata Edi.

Proyek ini mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pemasangan jacket dan topside, yang selesai pada Q1 2027, melibatkan kerja sama antara PHM, kontraktor, mitra kerja, serta para pemangku kepentingan lainnya. Proses ini memerlukan pengawasan ketat, manajemen risiko terstruktur, dan budaya keselamatan yang disiplin untuk mencapai tujuan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).

Salah satu pekerjaan krusial dalam proyek ini adalah pemasangan topside berbobot sekitar 1.000 ton ke posisi atas struktur jacket di lepas pantai. Proses ini dilakukan secara presisi dengan kolaborasi tim PHM, kontraktor, dan mitra kerja. Pemrosesan riser, subsea spool, hook-up, hingga commissioning akan dilanjutkan untuk memastikan platform beroperasi optimal pada Q1 2027.

Proyek Manpatu memperkuat kapasitas PHM dalam mengelola sumber daya migas di Kalimantan, terutama di kawasan South Mahakam, yang merupakan bagian dari strategi Perusahaan untuk menjangkau potensi energi terbarukan. Proyek ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas produksi nasional dalam menghadapi permintaan global terhadap gas alam.

Dengan pemasangan jacket dan topside selesai, PHM kini memasuki tahapan selanjutnya untuk menyelesaikan komponen teknis lain yang mendukung operasi platform. Proyek ini diharapkan menjadi bagian dari upaya Perusahaan dalam menjaga keberlanjutan ekonomi migas sekaligus menghadirkan nilai tambah bagi pemerintah dan masyarakat Indonesia.

Artikel Terkait

0