Israel Rebut Kastel Beaufort Berusia 900 Tahun di Lebanon

BeritaLokal, Jakarta – Beritalokal, Tel Aviv, 31 Mei 2026, Militer Israel (IDF) resmi mengambil alih Kastel Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang terletak di atas tebing strategis di kota Nabatiyeh, Lebanon. Operasi militer ini berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan pertempuran darat sengit serta serangan udara intensif. Kastel, yang memiliki sejarah 900 tahun dan dikenal sebagai simbol Perang Salib, kini dihuni oleh pasukan Israel setelah berpergian dari wilayah Lebanon Selatan.

Pertempuran dimulai dengan operasi ofensif yang fokus pada pengendalian Punggung Bukit Beaufort (Beaufort Ridge) dan kawasan Wadi al-Saluki. IDF mengklaim bahwa Hizbullah, kelompok terkemuka di Lebanon, menggunakan kawasan tersebut sebagai pusat komando taktis dan titik peluncuran roket ke wilayah Israel Utara. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji keberhasilan operasi ini sebagai “titik balik” dalam kebijakan militer negara.

Netanyahu menyatakan bahwa pasukan Brigade Golani telah berhasil menguasai kastel dan mengibarkan bendera Israel di atas reruntuhan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat posisi Israel di Lebanon, dengan tujuan menghancurkan infrastruktur militer Hizbullah. Di sisi lain, pihak IDF mengonfirmasi adanya korban jiwa, termasuk seorang tentara Israel yang tewas dalam pertempuran jarak dekat.

Kastel Beaufort, yang memiliki status perlindungan UNESCO sebelumnya, kini terkena ancaman baru. Pada akhir 2024, UNESCO mengklaim bahwa Kastel tersebut harus diizinkan sebagai situs budaya Lebanon dengan status “perlindungan sementara tingkat tinggi” untuk melarang penggunaannya dalam kepentingan militer. Penunjukan ini menimbulkan ketegangan karena Israel mulai memperluas operasi militer ke wilayah di sekitar Sungai Litani dan sungai Zaharani.

Pertempuran di Lebanon terus berlanjut, dengan IDF menyeberang Sungai Litani 30 kilometer dari perbatasan dan mengeluarkan perintah evakuasi darurat untuk warga sipil. Serangan udara paralel juga diluncurkan untuk merusak fasilitas penyimpanan senjata Hizbullah di wilayah pesisir Tyre. Tidak hanya itu, Israel juga memperluas kendali di wilayah utara Lebanon, yang diperkirakan akan memperparah dinamika geopolitik global.

Implikasi operasi militer Israel ini menimbulkan kekhawatiran terkait upaya negosiasi antara AS dan Iran. Teheran konsisten menuntut kesepakatan gencatan senjata menyeluruh di Lebanon, sementara Israel mendapat dukungan kuat dari sekutu utamanya. Seorang pejabat senior Israel mengungkapkan bahwa Presiden AS Donald Trump secara langsung memuji keputusan Netanyahu untuk mempertahankan “kebebasan bertindak penuh” di Lebanon.

Dengan kemenangan ini, Kastel Beaufort menjadi simbol pergeseran politik dan militer di wilayah Timur Tengah. Meski masih berada dalam ancaman, Israel terus memperkuat kedudukannya di Lebanon, dengan keputusan yang mungkin akan memicu lebih banyak konflik regional.

Artikel Terkait

0