Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Eskalasi Baru Dimulai

Israel mengklaim berhasil mencegat serangan rudal dari Israel.

PerbesarSebuah rudal diluncurkan selama latihan militer di lokasi yang dirahasiakan di Iran selatan, seperti yang terlihat dalam foto yang diberikan pada 19 Januari 2024. (Dok. AFP/Angkatan Darat Iran)

, Teheran – Iran meluncurkan serangan rudal ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata pada awal April 2026.

Serangan tersebut menandai eskalasi terbaru di tengah berlangsungnya negosiasi mengenai kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Militer Israel menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat rudal yang ditembakkan Iran dalam sedikitnya tiga gelombang serangan. Seorang sumber menyebut sedikitnya 10 rudal balistik berhasil dihancurkan sebelum mencapai target, dikutip dari CNN, Senin

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan tersebut menyasar Pangkalan Udara Ramat David di wilayah utara Israel menggunakan rudal balistik. Namun, militer Israel belum dapat memastikan apakah fasilitas tersebut terkena dampak serangan.

Teheran menyebut serangan rudal itu sebagai respons atas operasi militer Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa Teheran memperingatkan akan melancarkan serangan yang lebih besar jika Israel terus menyerang wilayah Lebanon selatan maupun Beirut.

Sejumlah sumber Israel mengatakan pemerintah akan memberikan respons yang “kuat” terhadap serangan tersebut. Juru bicara militer Israel, Effie Defrin, menyatakan negaranya akan meningkatkan operasi militer terhadap Hizbullah sebagai tanggapan atas tindakan Iran.

Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Iran kembali ke meja perundingan. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengatakan serangan rudal tersebut tidak akan membantu proses negosiasi yang sedang berlangsung.

“Iran perlu kembali ke meja perundingan dan membuat kesepakatan. Ini tentu tidak akan membantu negosiasi,” kata Trump.

 

Respons Trump

PerbesarPresiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Gedung Putih pada Senin (7/4/2025). (Dok. Pool via AP)

Trump juga mengaku tidak senang dengan serangan Israel sebelumnya di Beirut. Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat berbicara setelah serangan Iran terjadi. Sebelumnya, Trump mengatakan akan mendorong Netanyahu untuk tidak melakukan aksi balasan.

Meningkatnya ketegangan keamanan membuat otoritas Israel mengambil langkah antisipatif. Penyedia layanan kesehatan terbesar di negara itu, Clalit Health Services, memindahkan sejumlah operasi rumah sakit ke fasilitas bawah tanah dan area yang dilindungi.

Pemerintah Israel juga mengumumkan penutupan sekolah di seluruh negeri pada Senin. Komando Garda Depan Israel menginstruksikan warga untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Serangan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah setelah beberapa pekan muncul harapan bahwa negosiasi diplomatik dapat meredakan ketegangan antara Iran dan Israel.



error: Content is protected !!