Bank Sentral Brasil Perketat Aturan Kripto, Kini Wajib Audit Keuangan

beritalokal.my.id, Jakarta – Bank Sentral Brasil mengambil langkah baru untuk memperkuat pengawasan industri aset digital. Melalui aturan terbaru, regulator mewajibkan perusahaan penyedia layanan aset kripto menjalani audit keuangan independen serta memenuhi persyaratan perizinan yang lebih ketat.

Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa (2/6/2026), kebijakan tersebut diumumkan Banco Central do Brasil melalui aturan turunan terbaru, Instrucao Normativa BCB No. 739. Regulasi ini mengatur kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan yang diklasifikasikan sebagai penyedia layanan aset virtual atau virtual asset service provider (VASP) berdasarkan hukum Brasil.

Dengan aturan tersebut, bank sentral semakin memperkuat perannya sebagai otoritas utama yang mengawasi integritas keuangan sektor kripto di negara tersebut.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari dekret presiden yang diterbitkan pada 2023. Melalui kebijakan tersebut, Bank Sentral Brasil ditunjuk sebagai regulator utama yang bertanggung jawab mengawasi penyedia layanan aset virtual.

Salah satu perubahan terbesar dalam aturan baru ini adalah kewajiban audit keuangan independen. Perusahaan kripto kini tidak hanya diwajibkan melaporkan aktivitas usahanya kepada regulator, tetapi juga harus membuka laporan keuangannya untuk diperiksa oleh auditor independen.

Kebijakan ini menempatkan perusahaan kripto pada standar yang lebih dekat dengan lembaga keuangan konvensional yang selama ini telah menerapkan audit dan pelaporan secara ketat.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. beritalokal.my.id tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Audit Jadi Syarat Mempertahankan Lisensi

PerbesarIlustrasi berbagai macam aset kripto. (Foto By AI)

Bank Sentral Brasil menilai audit memiliki fungsi penting dalam menjaga transparansi industri kripto. Melalui audit independen, perusahaan diwajibkan memiliki pencatatan keuangan yang dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan.

Selain membantu meningkatkan transparansi, audit juga memberikan alat bagi regulator untuk mendeteksi potensi penyimpangan sebelum berkembang menjadi masalah yang merugikan konsumen.

Bagi banyak perusahaan kripto yang selama ini beroperasi dengan pengawasan yang relatif ringan, aturan baru tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya kepatuhan operasional.

Regulator juga membedakan secara tegas antara kewajiban pelaporan dan persyaratan lisensi. Jika pelaporan berfungsi memberikan informasi mengenai aktivitas perusahaan kepada regulator, maka persyaratan lisensi menentukan apakah suatu perusahaan boleh beroperasi atau tidak.

Dengan memasukkan audit ke dalam kerangka perizinan, Bank Sentral Brasil menjadikan transparansi keuangan sebagai syarat utama untuk mendapatkan akses ke pasar aset digital.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global, di mana regulator di berbagai negara mulai memperketat pengawasan terhadap aliran dana dan aktivitas transaksi di platform aset digital.



error: Content is protected !!