BeritaLokal, Jakarta – PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) mencatatkan penjualan bersih tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025, dengan nilai Rp2,76 triliun, mengalami pertumbuhan 43,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi rekor yang mengukir kinerja kuat bagi perusahaan farmasi Indonesia, memperkuat posisi strategisnya di pasar global.
Selain penjualan yang mencapai rekor, PYFA juga menunjukkan perbaikan pada level operasional dengan EBITDA sebesar Rp203,7 miliar. Peningkatan ini dipengaruhi oleh konsolidasi penuh kontribusi Probiotec selama setahun terakhir dan penguatan di seluruh pilar bisnis, terutama layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO) yang menjadi motor utama pertumbuhan.
Kinerja bisnis inti PYFA, terutama dalam bidang CDMO dan produk farmasi berlisensi tinggi, menunjukkan momentum akselerasi. Dalam rangka memperkuat ekosistem kesehatan, perusahaan telah menyelesaikan proyek investasi strategis besar seperti integrasi penuh dengan Probiotec Australia, penyelesaian fasilitas Lini 3 di Cikarang, dan peluncuran brand baru. Kemitraan strategis dengan perusahaan farmasi Asia Tenggara juga menjadi bagian dari rencana investasi tersebut.
Dalam persiapan tata kelola yang lebih baik, PYFA mengumumkan perubahan susunan Dewan Komisaris pada RUPST 2025. Robby Yulianto, mantan Komisaris Utama, meluncurkan diri sebagai anggota Dewan Komisaris sebelumnya, sementara Widjanarko Brotosaputro diangkat menjadi Komisaris Utama baru, mendampingi Maura Linda Sitanggang dan Charles D. Marpaung sebagai Komisaris Independen. Perubahan ini ditujukan untuk memperkuat pertimbangan internal perusahaan serta kesiapan operasional fasilitas produksi global yang telah diperkuat.
Dengan penjualan rekor, EBITDA yang meningkat, dan strategi investasi yang kuat, PYFA menggandakan momentum pertumbuhan sekaligus menunjukkan keberlanjutan investasi untuk memperkuat ekosistem kesehatan di Indonesia. Perusahaan optimistis dapat menjaga dinamika bisnisnya secara berkelanjutan, memperkuat posisi strategis dalam industri farmasi global.