PGN Fokus CBM di Tanjung Enim: Potensi 9,7 TCF untuk Energi Domestik

BeritaLokal, Tanjung Enim – Pengembangan Coalbed Methane (CBM) di wilayah ini berpotensi menjadi pilar baru dalam meningkatkan pasokan gas bumi domestik. Pemerintah Gas Negara (PGN) terus memperkuat inisiatif pengembangan sumber daya alam non-konvensional, salah satunya melalui proyek CBM di Tanjung Enim yang diperkirakan memiliki potensi sebesar 9,7 TCF OGIP. Proyek ini tidak hanya menggaransi stabilitas pasokan energi tetapi juga menawarkan ruang monetisasi untuk sumber daya alam yang selama ini belum optimal.

Direktur Utama PGN Arief K. Risdianto memaparkan bahwa pengembangan CBM menjadi opsi strategis bagi PGN dalam mengatasi ketergantungan pada impor energi. “PGN berkomitmen untuk meningkatkan pasokan domestik dengan mendorong pembangunan infrastruktur injection point, titik penumpukan gas dari tiga sumber utama: CBM, biomethane, dan sumber lainnya,” kata Arief dalam kunjungan kerja pada 3 Juli 2026. Proyek ini diperkirakan akan menjangkau kapasitas penyaluran dari 1 MMSCFD hingga 25 MMSCFD secara bertahap.

Kunjungan spesifik PGN ke SPG Pagardewa, yang merupakan titik kumpul gas, menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis dan komersial. Dengan data dari Ditjen, potensi CBM di Tanjung Enim diperkirakan mencapai 9,7 TCF OGIP dengan nilai sekitar US$15,4 miliar. PGN menegaskan kesiapan untuk menyusun skema pemanfaatan gas bumi yang terorganisir, sambil tetap mematuhi prinsip tata kelola perusahaan (GCG).

Selain CBM, PGN juga fokus pada biomethane dari limbah kelapa sawit dan Synthetic Natural Gas (SNG) sebagai alternatif pasokan. KSP menekankan pentingnya program prioritas nasional dalam meningkatkan kapasitas produksi domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Dalam kunjungan kerja Jumat (3/7/2026), Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyebut bahwa proyek CBM memiliki nilai strategis untuk kepentingan nasional, meskipun masih ada beberapa aspek administratif yang perlu diselesaikan, seperti penyesuaian RDTR.

PGN menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mendukung kebijakan pemerintah. “PGN ingin menjadi jembatan antara sumber daya alam dan masyarakat dengan solusi energi yang bersih, andal, dan berdampak luas,” kata Arief. Proyek ini membutuhkan dukungan lintas sektor untuk terus berjalan sesuai mekanisme yang ditetapkan.

Artikel Terkait

0