Ratusan Juta Serangan Siber Mengintai, Keamanan AI Lokal Berisiko ‘Ilusi’?

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memacu transformasi digital Indonesia dengan implementasi kecerdasan buatan (AI) di sektor manufaktur, tetapi tantangan keamanan siber kian kompleks. Di balik lompatan teknologi ini, industri justru menghadapi ancaman yang semakin menarik perhatian, terutama dari lonjakan serangan dan kualitas data yang buruk.

Selain itu, di tengah berbagai upaya untuk memperkuat keamanan AI, perusahaan kini harus menganalisis visibilitas infrastruktur cloud mereka. Steve Goudreault, Cloud Security Evangelist di Gigamon, menyatakan bahwa tanpa visibilitas menyeluruh di seluruh lingkungan cloud, perusahaan tetap berisiko “buta” terhadap siapa yang mengakses data dan bagaimana sistem saling berkomunikasi. “Bahaya terbesar justru datang dari pergerakan lateral,” katanya.

Pertumbuhan serangan siber di Indonesia mencaptur perhatian, dengan lebih dari 609 juta serangan pada tahun 2024, seiring lonjakan malware sebesar 12,67%. Tren ini terlihat khas di Asia Pasifik, di mana kasus kebocoran data melonjak hingga 18% YoY. Masalah ini memicu banyak organisasi menambah perangkat keamanan, namun 55% dari tim keamanan mengakui tumpukan alat tersebut gagal memberikan visibilitas yang cukup.

Kualitas data pun menjadi kunci utama dalam penerapan AI untuk sistem keamanan. Sebanyak 46% pemimpin IT mengaku kekurangan data bersih, yang membuat AI berisiko mengambil keputusan salah. “Jika pasokan data dasar buruk, AI justru berisiko mengambil keputusan keliru secara lebih cepat,” ujar Steve.

Untuk keluar dari jebakan ini, perusahaan harus memanfaatkan AI untuk memperkuat pertahanan mereka sendiri. Melalui analisis telemetri skala besar, AI mampu mendeteksi anomali trafik, memetakan celah kepatuhan, dan memprioritaskan risiko secara otomatis. “Ini menghasilkan deep observability-sebuah bukti nyata yang menunjukkan ke mana data bergerak dan bagaimana sistem berinteraksi,” kata Steve.

Di Indonesia, transparansi ini bukan lagi urusan teknis tim IT, melainkan bagian dari akuntabilitas bisnis dan kepatuhan regulasi. Dengan memperkuat kontrol keamanan, organisasi yang mampu menjaga data dan kepercayaan akan menjadi pihak yang paling siap memimpin.

BeritaLokal, Jakarta, Di tengah tantangan keamanan AI yang terus berkembang, Indonesia perlu menemukan solusi yang sejajar dengan inovasi teknologi. Dari pengelolaan cloud hingga penerapan AI secara aman, setiap langkah harus dipertimbangkan untuk memastikan keberlanjutan dan kepatuhan dalam era digital.

Artikel Terkait

0