Kalina Ocktaranny: Trauma Digital Mengganggu Masa Depan Anaknya

BeritaLokal, Depok – Pemerintah memulai tahapan pengawasan terhadap kasus trauma yang menghantui mantan mertua kembali mengusik kehidupan Kalina Ocktaranny. Ia merasa dianiaya oleh sisa-sisa isu asusila yang menimpanya sejak tahun 2022-2023, saat ia dianggap memiliki video call sex. Trauma tersebut terus mengganggu kehidupan pribadi dan masa depan buah hatinya.

Selain itu, Kalina menyampaikan ketidakpuasan terhadap serangan di media sosial yang bersifat publik dan permanen. Ia menegaskan bahwa ia tidak pernah melakukan apa-apa yang disebutkan oleh pihak lawan, bahkan mengingatkan bahwa ia telah membawa nama Tuhan dan almarhumah ibunda untuk menegaskan kejujurannya. “Saya berani bersumpah dengan menyebut nama Allah dan almarhumah ibu saya,” katanya.

Pernyataan ini diimbangi dengan kritik terhadap opini negatif yang menggiring pihak lawan untuk menyalahkan ia. Kalina mempertanyakan alasan mantan mertua kembali mengusik kehidupannya, sementara pihak lawan membawa kata-kata seperti “laporin” dan menyebutnya sebagai ancaman. Ia menyampaikan bahwa ia tidak menjual diri sendirian, tetapi menegaskan bahwa ia adalah seorang ibu yang memiliki anak.

Kalina juga mengungkapkan perasaannya terhadap kritik dari Ibu Emma, yang menyebutnya “lumayan Anda dipanggil sama TV jadi dapet uangnya”. Ia mempertanyakan tujuan pihak lawan dan menekankan bahwa ia tidak bertindak tanpa alasan. “Saya nggak pernah mengusik beliau dan keluarga, siapa pun, sudah cukup gitu,” katanya.

Pada akhirnya, Kalina meminta jangan ganggu kehidupannya dengan komentar-komentar yang tidak berdasar. Ia menegaskan bahwa ia adalah seorang ibu yang ingin menjaga reputasinya dan masa depan buah hatinya. “Saya punya anak loh, saya seorang ibu dan saya tidak menjual diri saya di sini seperti yang ada kata-kata dari mereka gitu,” katanya lirih.

Kasus ini menunjukkan bahwa trauma yang tersembunyi bisa kembali muncul dalam bentuk serangan publik, bahkan setelah beberapa tahun. Kalina mengajak masyarakat untuk memahami bahwa kehidupan pribadi seseorang tidak bisa dihantam oleh isu-isu yang tidak jelas.

Artikel Terkait

0