OpenAI Rilis Fitur Keamanan Darurat untuk ChatGPT, Begini Cara Kerjanya

OpenAI meluncurkan fitur keamanan darurat Lockdown Mode guna membentengi ChatGPT dari serangan siber jenis baru. Bagaimana cara kerjanya?

PerbesarOpenAU. Unsplash/Zac Wolff

, Jakarta – OpenAI baru saja meluncurkan fitur keamanan darurat bertajuk Lockdown Mode guna membentengi ChatGPT dari serangan siber jenis baru yang kian mengkhawatirkan.

Serangan ini memicu kewaspadaan tinggi karena peretas mampu menyusupkan instruksi tersembunyi (prompt injection) yang berbahaya ke dalam halaman situs web atau dokumen digital lainnya.

Ketika ketahuan atau tidak sengaja terbaca oleh ChatGPT saat menjelajah internet, instruksi siluman tersebut dapat memanipulasi kecerdasan buatan (AI) ini untuk melakukan tindakan di luar kendali pengguna, termasuk mencuri data berharga.

Untuk menekan risiko bocornya data sensitif, Lockdown Mode akan membatasi sejumlah kemampuan operasional ChatGPT secara drastis. Demikian sebagaimana dikutip dari Techcrunch, Minggu (7/6/2026).

Saat fitur ini diaktifkan, sistem akan otomatis mematikan fungsi penjelajahan web secara langsung. Dampaknya, ChatGPT hanya diizinkan untuk mengakses konten yang sudah tersimpan dalam memori jangka pendek alias cache.

Tak hanya itu, fitur penarikan dan penampilan gambar langsung dari internet, fitur riset mendalam (deep research), hingga mode agen pintar bakal langsung dinonaktifkan. Kendati demikian, pengguna dipastikan masih tetap bisa memproduksi gambar baru secara mandiri di dalam platform.

“Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua orang. Fitur ini dirancang khusus bagi individu maupun organisasi yang mengelola data sangat sensitif, dan membutuhkan perlindungan ekstra ketat dari risiko kebocoran data akibat serangan prompt injection,” tulis pernyataan resmi OpenAI.

 

Apa Sudah Benar-Benar aman?

Meski pertahanan telah ditingkatkan, OpenAI secara jujur mengakui bahwa proteksi ini belum sepenuhnya sempurna. ChatGPT dinilai masih berpotensi ringkih terhadap modus penyusupan mutakhir.

Dokumen yang diunggah pengguna secara mandiri atau konten yang telanjur tersimpan dalam cached web tetap berpeluang disusupi instruksi jahat, yang berujung pada kacaunya akurasi maupun perilaku respons dari AI tersebut.

Walau belum menjadi perisai mutlak, langkah agresif OpenAI ini dinilai krusial demi menekan potensi pengiriman data rahasia ke pihak yang tidak bertanggung jawab selama proses interaksi berlangsung.

Saat ini, OpenAI mulai mendistribusikan pembaruan Lockdown Mode secara bertahap. Fitur premium ini sudah bisa dinikmati oleh pengguna akun mandiri ChatGPT Business serta sejumlah akun personal terpilih yang memenuhi kriteria kualifikasi keamanan.



error: Content is protected !!