IHSG Masih Lesu saat Pembukaan Sesi Kedua

Seluruh sektor saham masih tertekan sehingga bebani Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan sesi kedua perdagangan saham, Kamis, (4/6/2026).

PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia menguat hampir lima persen lebih tinggi pada pembukaan 10 April 2025. (BAY ISMOYO/AFP)

, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih betah di zona merah pada pembukaan perdagangan saham sesi kedua, Kamis (4/6/2026). IHSG hari ini tertekan di tengah seluruh sektor saham memerah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih betah di 18.000.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka turun sekitar 3,49%. Pada pukul 13.36 WIB, IHSG turun 3,39% menjadi 5.739. Indeks saham LQ45 tergelincir 2,73% menjadi 572,72. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Pada awal sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 5.924,50 dan level terendah 5.644,23. Sebanyak 686 saham melemah sehingga bebani IHSG. 66 saham diam di tempat dan 56 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham 1.457.219 kali dengan volume perdagangan saham 23,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.031.

Seluruh sektor saham kompak tertekan. Sektor saham energi melemah 3,31%, sektor saham basic tergelincir 4,93%, sektor saham industri merosot 5,04%. Lalu sektor saham consumer nonsiklikal susut 2,94%, sektor saham siklikal terpangkas 3,46%, sektor saham kesehatan turun 3,25%.

Kemudian sektor saham keuangan terperosok 3,27%, sektor saham properti melemah 5,21%, sektor saham teknologi tergelincir 2,01%. Selain itu, sektor saham infrastruktur terpangkas 4,32% dan sektor saham transportrasi turun 4,6%.

Pada awal sesi kedua perdagangan saham, saham SMGR turun, 5,23% menjadi Rp 1.630 per saham. Harga saham SMGR dibuka naik lima poin menjadi Rp 1.725 per saham. Saham SMGR berada di level tertinggi Rp 1.725 dan terendah Rp 1.620 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.778 kali dengan volume perdagangan saham 74.599 saham. Nilai transaksi Rp 12,3 miliar.



error: Content is protected !!