beritalokal.my.id, Jakarta – Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Jumat, (29/5/2026). Kenaikan bursa saham Asia Pasifik didorong investor yang mempertimbangkan aktivitas militer baru yang melibatkan Iran di tengah tanda-tanda Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan sementara untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung sekitar tiga bulan.
Mengutip CNBC, Jumat (29/5/2026), indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,88%. Sementara itu, indeks Topix bertambah 0,53%. Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 2,68%. Di sisi lain, indeks Kosdaq untuk saham kapitalisasi kecil bertambah 0,25%. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,72%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir turun menjadi 24.995, sedikit lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 25.006,16.
Angkatan bersenjata Iran dilaporkan menembakkan rudal ke target yang tidak ditentukan pada Kamis malam, menurut media pemerintah Fars.
Aktivitas militer terbaru di Iran selatan terjadi hanya beberapa jam setelah Pentagon mengatakan Teheran telah menembakkan rudal balistik ke arah Kuwait dan mengerahkan drone serang di dalam dan sekitar Selat Hormuz.
Sebelumnya pada Kamis, seorang pejabat Gedung Putih mengkonfirmasi laporan Axios yang mengatakan AS dan Iran telah “sebagian besar sepakat” tentang persyaratan kesepakatan yang bertujuan untuk menghentikan sementara konflik tiga bulan tersebut.
Kontrak berjangka AS diperdagangkan hampir datar setelah ketiga indeks utama berakhir pada rekor penutupan baru pada Kamis, didorong oleh reli di sektor teknologi.
Kinerja Wall Street
PerbesarIlustrasi wall street (Photo by Robb Miller on Unsplash)
Kontrak berjangka S&P 500 dan kontrak berjangka Nasdaq 100 diperdagangkan mendekati garis datar. Kontrak berjangka yangdengan Dow Jones Industrial Average naik 7 poin, atau kurang dari 0,1%.
S&P 500 naik 0,58% menjadi 7.563,63, sementara Nasdaq Composite naik 0,91% menjadi 26.917,47. Kedua indeks juga mencapai rekor tertinggi intraday. Dow Jones Industrial Average naik 0,05% menjadi 50.668,97.
Saham-saham teknologi melonjak pada Kamis, setelah prospek pendapatan yang kuat dari Snowflake menghidupkan kembali antusiasme seputar perdagangan AI.
Saham melonjak 36,5%, mencatatkan hari terbaik mereka setelah penyedia platform data berbasis cloud tersebut mengeluarkan panduan fiskal kuartal kedua yang optimis, serta melampaui ekspektasi pada pendapatan dan laba bersih di kuartal terakhirnya.
Perusahaan tersebut juga menandatangani rencana untuk menghabiskan US$ 6 miliar atau Rp 106,9 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran Rp 17.820) untuk Amazon Web Services selama lima tahun.