Bitcoin kembali tertekan setelah keluar dari daftar 10 aset terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar.
PerbesarIlustrasi harga kripto (Foto By AI)
, Jakarta – Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah keluar dari daftar 10 aset terbesar dunia berdasarkan kapitalisasi pasar. Perkembangan ini menjadi pukulan simbolis bagi aset kripto terbesar tersebut, terutama di tengah derasnya arus investasi yang mengalir ke sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor.
Bitcoin Turun ke Peringkat 14 Dunia
Dikutip dari Coinmarketcap, Kamis (4/6/2026), setelah mengalami penurunan sekitar 24% sepanjang tahun ini, Bitcoin (BTC) kini memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$1,3 triliun, menempatkannya di posisi ke-14 di antara seluruh aset global.
Posisi tersebut membuat Bitcoin berada di belakang emas, perak, serta seluruh anggota kelompok “Magnificent Seven”, yaitu tujuh raksasa teknologi Amerika Serikat yang mendominasi pasar global.
Penurunan ini menjadi kontras dengan pencapaian Bitcoin pada tahun lalu. Pada Oktober 2025, BTC sempat menempati posisi ketujuh aset terbesar dunia ketika harganya mencetak rekor tertinggi baru di atas US$126.000. Bahkan pada April 2025, Bitcoin sempat berada di peringkat kelima dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,86 triliun, melampaui Alphabet, induk perusahaan Google.
Namun, sepanjang 2026, saham-saham yang berkaitan dengan kecerdasan buatan dan industri semikonduktor menunjukkan performa yang jauh lebih kuat dibandingkan Bitcoin. Perusahaan seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Broadcom berhasil melampaui kapitalisasi pasar BTC. Sementara itu, Micron Technology baru-baru ini menembus valuasi US$ 1 triliun di tengah reli besar yang didorong oleh pertumbuhan sektor AI dan semikonduktor.
Dominasi AI Mengubah Peta Investasi Global
PerbesarIlustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)
Komposisi daftar 10 aset terbesar dunia saat ini mencerminkan perubahan besar dalam preferensi investor global.
Per Mei 2026, perusahaan teknologi mendominasi kapitalisasi pasar dunia berkat pesatnya perkembangan kecerdasan buatan. Nvidia memimpin dengan valuasi mencapai US$ 5,2 triliun, sementara delapan dari sepuluh perusahaan terbesar dunia kini berasal dari sektor teknologi.
Permintaan tinggi terhadap chip AI menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut. GPU Nvidia dan kemampuan manufaktur chip milik TSMC menjadi fondasi penting dalam revolusi AI yang sedang berlangsung. Saat ini, TSMC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$ 2,10 triliun, sementara Broadcom mencapai US$1,96 triliun.
Bitcoin Tidak Runtuh, Namun Tertinggal
Meski keluar dari daftar 10 besar, sejumlah analis menilai kondisi Bitcoin tidak dapat dikategorikan sebagai kejatuhan. Sebaliknya, aset kripto ini hanya gagal mengimbangi laju pertumbuhan luar biasa yang terjadi pada saham-saham AI.
Secara keseluruhan, nilai pasar ekuitas global kini mencapai sekitar US$ 148 triliun. Sementara itu, kapitalisasi gabungan saham-saham Magnificent Seven telah mendekati atau bahkan melampaui US$ 16 triliun.
Arus modal investor terlihat semakin banyak mengalir ke perusahaan-perusahaan yang mampu menghasilkan pendapatan nyata dari ledakan industri AI. Di sisi lain, narasi investasi Bitcoin yang bertumpu pada kelangkaan pasokan kini menghadapi ujian kesabaran dari para investor.
Prospek Jangka Panjang Bitcoin Masih Terbuka
PerbesarIlustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)
Sebagai gambaran, Nvidia melaporkan pendapatan sebesar US$ 215,9 miliar pada tahun fiskal 2026, meningkat 65% dibandingkan tahun sebelumnya. Pendapatan dari segmen pusat data bahkan mencapai US$ 194 miliar.
Pertumbuhan laba yang kuat seperti ini memberikan landasan fundamental yang jelas bagi investor institusi, sesuatu yang sulit ditawarkan oleh aset digital dengan pasokan tetap seperti Bitcoin dalam konteks yang sama.
Meski demikian, tidak semua pihak memandang turunnya peringkat Bitcoin sebagai sinyal negatif jangka panjang. Banyak analis tetap meyakini bahwa karakteristik utama Bitcoin sebagai aset langka masih menjadi faktor pendukung yang kuat untuk prospek jangka panjangnya.
Untuk saat ini, data menunjukkan bahwa tema investasi AI menjadi magnet utama bagi modal global. Laju pertumbuhan sektor tersebut telah menyerap dana dalam jumlah besar dan membuat Bitcoin tertinggal dalam persaingan kapitalisasi pasar.
Apakah kondisi ini hanya bersifat sementara atau menjadi awal perubahan besar dalam lanskap investasi global masih menjadi pertanyaan yang akan terjawab dalam beberapa tahun ke depan.
