Saksikan Sinetron Asmara Gen Z Episode Kamis 4 Juni Pukul 17.00 WIB di SCTV

Sinetron Asmara Gen Z: William akhirnya mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dipendam.

PerbesarSinetron Asmara Gen Z tayang di SCTV.Jadi intinya…

  • William akui masih cinta Flavio, namun Flavio bingung dan William lelah.
  • Fattah curiga HarryPak Ares, menyadari situasi rumit.
  • Dominique curigai Ares, Cassandra, Axel; Pak Dani sembunyikan rahasia.

, Jakarta – Sinetron Asmara Gen Z Episode Kamis 4 Juni mengisahkan, Flavio masih menatap William dengan sorot mata penuh tanda tanya. Ia tampak sulit mempercayai apa yang baru saja didengarnya. Di hadapannya, William berdiri dengan ekspresi serius. Tanpa ragu, William akhirnya mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dipendam.

“Kalau pertanyaanmu apakah aku masih punya perasaan untuk kamu, jawabannya iya. Aku masih punya,” ujar William dengan tegas.

Pengakuan itu justru membuat Flavio semakin bingung. Ia tidak tahu harus menanggapi seperti apa. Perasaan dan pikirannya bercampur menjadi satu. “Kamu bikin aku bingung, Will,” kata Flavio pelan.

William yang selama ini berusaha bersabar mulai menunjukkan rasa lelahnya. “Dan kamu juga bikin aku capek, Flavio,” balasnya dengan nada sedikit kesal. Ketegangan di antara mereka pun semakin terasa.

Di tempat lain, Fattah baru saja menerima telepon dari Oliver. Setelah percakapan itu berakhir, ia terdiam cukup lama. Banyak hal yang berputar di kepalanya. Ia mulai menghubungkan berbagai petunjuk yang selama ini muncul.

“Kalau benar Harry adalah orang yang selama ini dicari Pak Ares, lalu apa yang akan terjadi setelah ini?” pikirnya dalam hati. Fattah menghela napas panjang, menyadari bahwa situasi yang sedang mereka hadapi mungkin jauh lebih rumit dari yang dibayangkan.

Sementara itu, Ares dan Cassandra berjalan menuju pintu utama. Axel tampak mengikuti mereka dari dekat. Namun langkah mereka terhenti ketika Dominique datang dari arah berlawanan bersama Albert. Dengan nada penuh kecurigaan, Dominique memperhatikan ketiganya.

“Sepertinya kalian bertiga sekarang makin susah dipisahkan,” sindir Dominique sambil menatap mereka satu per satu.

Di lantai dua, Aqeela masih berdiri sendirian. Ia larut dalam pikirannya sendiri. Semakin keras ia berusaha melupakan seseorang, semakin sulit pula orang itu hilang dari benaknya. Tanpa sadar, bayangan Fattah kembali muncul di pikirannya.

“Kenapa harus dia terus yang muncul?” gumam Aqeela dalam hati, merasa frustrasi dengan perasaannya sendiri.

Pada saat yang sama, Pak Dani hendak meninggalkan rumah ketika Catalina muncul di ruang tengah. Catalina terlihat penasaran setelah mendengar pembicaraan orang tuanya.

“Papa bilang ke Mama kalau anak-anak mulai curiga. Sebenarnya mereka curiga soal apa, Pa?” tanya Catalina.

Pak Dani langsung terdiam. Wajahnya berubah serius. Ia tampak ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut, seolah ada rahasia besar yang belum siap ia ungkapkan kepada putrinya.



error: Content is protected !!