BeritaLokal, Jakarta – Film horor A24 Backrooms kembali menarik perhatian publik setelah berhasil mencetak rekor box office di Amerika Serikat pada akhir pekan lalu. Film ini, yang dibintangi Renate Reinsve, Chiwetel Ejiofor, dan Mark Duplass, meraih pendapatan US$ 81,5 juta dalam dua minggu pertama rilisnya, lebih dari dua kali lipat rekor film lainnya di bioskop. Pencapaian ini mengundang perhatian khusus terhadap sutradara baru, Kane Parsons, yang dikenal sebagai salah satu sutradara termuda sepanjang masa yang karyanya mendapat pujian atas hasil box office.
Selain itu, Kane Parsons juga menjadi sosok yang mengejutkan karena usia dirinya hanya 20 tahun saat film ini rilis. Meski belum dewasa, ia berhasil menciptakan karya yang mampu menggantikan rekor sebelumnya dipegang oleh Josh Trank, sutradara berusia 27 tahun lewat Chronicle (2012). Pihak A24 juga menyebutkan bahwa Kane Parsons adalah salah satu sutradara terpilih dalam kategori “termuda” di studio mereka.
Perjalanan karier Kane Parsons memperlihatkan keunikan. Ia dikenal sejak awal sebagai kreator konten di jagat maya, dengan serial The Backrooms (Found Footage) yang viral dan menjadi dasar film baru. Karya ini tidak hanya menarik perhatian akhirnya, tetapi juga memicu komunikasi langsung dengan sutradara terkenal James Wan, yang dikenal lewat film horor seperti Saw, Insidious, dan The Conjuring.
Kesempatan untuk bekerja bersama James Wan muncul saat Kane Parsons menunda kuliahnya untuk fokus pada proyek ini. Ia menghabiskan tahun terakhir di SMA sebagai pengurus kolaborasi dengan para petinggi Hollywood, termasuk penandatangan kesepakatan dengan A24. “Rasanya kayak boom, tiba-tiba terbuka jalan baru terbentang,” kata Kane Parsons dalam wawancara dengan IndieWire.
Pada saat yang sama, karya Backrooms juga menimbulkan tren viral di Indonesia. Unsur audio berbahasa Indonesia yang ditampilkan saat karakter Clark (Chiwetel Ejiofor) masuk ruangan misterius menjadi daya tarik utama. Audio tersebut merupakan rekaman The Golden Record milik NASA, yang menyimpan ucapan salam dari berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Isi audio, “Selamat malam, hadirin sekalian. Selamat berpisah dan sampai bertemu lagi di lain waktu,” menjadi bagian dari kisah yang disampaikan dalam film.
Tren viral ini menunjukkan bahwa karya Kane Parsons memiliki potensi untuk berkembang lebih lanjut. Dengan pengalaman kreatif dan kolaborasi dengan sutradara berpengaruh, film Backrooms menjadi contoh baru di industri sinema yang menggabungkan kreativitas dan teknologi.
Artikel Terkait
Sutradara Tunanetra Basuki Ungkap Cara Menghadapi Film
26 Juli 2026
8 Drakor Kutukan Terpopuler yang Harus Kamu Tonton
25 Juli 2026
Film ‘Langit Tetap Sama’ Portrasi Penyandang Disabilitas
25 Juli 2026
Drama Korea 11 Serial Sinematografi Film-Style Menghipnotis
25 Juli 2026
Pasha Ungu Tolak Film Bersama Putra Karena Tak Ada Keyakinan
25 Juli 2026
Deep Water Bikin Tegang – Dari Turbulensi Hingga Hiu
23 Juli 2026
Film Penerbangan ‘Penerbangan Terakhir’ Tampil Drama Power Abuse
22 Juli 2026
Jot & Yuka Bintangi Film Harusnya Horror, Aktingnya Menakjubkan
21 Juli 2026
Memuat komentar...