BeritaLokal, Jakarta – Jot dan Yuka Bangga Bintangi Film Harusnya Horror, Serius Saat Berakting dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026, menegaskan dedikasi mereka dalam menyambut peran pertamanya di dunia perfilman.
George Tierison, yang lebih dikenal lewat panggung streaming dengan nama panggung Jot, dan adik peranannya Yuka, tergabung dalam grup AAAClan, awalnya hanya bersinar dalam kompetisi live‑streaming yang kerap dipertandingkan di platform media sosial. Sejak diiringi sorak sorai penggemar, keduanya secara bertahap dipanggil oleh sutradara film “Harusnya Horror” untuk menampilkan karakter yang menuntut kedalaman emosi dan keberanian. Kedua sang aktris tersebut menegaskan bahwa transisi ini bukan sekadar langkah karir, melainkan wujud rasa syukur atas kesempatan langka untuk mengekspresikan bakat seni dalam medium yang lebih luas.
Jot Tanggapi Debut Film
Tidak lama setelah syuting dibuka, Jot memaparkan rasa terkejut dan kebanggaan dalam konferensi pers. Ia mengungkap, “Gak nyangka lah pasti. Karena kita dari iseng‑iseng streaming biasa. Terus akhirnya jadi lebar.” Jot menambahkan, “Kami berusaha yang terbaik setiap kali kami berada di set, pendekatan yang kami ambil sangat profesional dan penuh dedikasi, karena kami tahu ini adalah panggung yang lebih besar.”
Yukatheo Jejaki Peran Cerdas
Sementara itu, Yukatheo, yang memerankan karakter cerdas bernama Cipuy, menggarisbawahi pentingnya Inti cerita yang mengandalkan kejutan satir. Ia berbicara, “Saya berperan sebagai Cipuy, karakter yang sangat cerdas, alias cuma cengo. Dia benar‑benar confused dengan segala hal.” Yukatheo menegaskan: “Kita sama-sama desperate dengan tujuan yang sama ya. Bisa menghasilkan sesuatu yang baik mungkin. Dan kami berharap karya ini bisa dinikmati bersama masyarakat Indonesia dan menjadi karya yang baik juga.” Ramaian fotografer dan wasit produksi memuji tatanan pelaksanaan, khususnya kepatuhan terhadap standar keselamatan di set.
Selama perjalanan syuting, semua pemeran, termasuk veteran yang dikenal sering merokok, memperlihatkan tanggung jawab moral tinggi. Mereka bersedia menghentikan aktivitas merokok ketika aktor cilik, Malka Rafasya, terlihat di set, menegaskan komitmen lintas generasi terhadap keselamatan anak dalam produksi.
Sementara itu, “Harusnya Horror” mengusung plot unik yang mengenalkan seorang setan wibu yang menakut-nakuti manusia agar bisa menonton ending anime favorit. Kehadiran setan ini membawa dilema bagi para content creator yang berusaha memanfaatkan sisi lucu setan tersebut sebagai konten, sekaligus dilematis dalam memutuskan antara menonton ending atau menyelamatkan teman mereka.
Jot dan Yuka Bangga Bintangi Film Harusnya Horror, Serius Saat Berakting belum hanya sekadar mata pencaharian, melainkan refleksi kekuatan media yang dapat memandu generasi muda menuju rasa kepercayaan diri. Dengan munculnya tokoh muda dari komunitas streaming ke layar lebar, mereka menegaskan bahwa bakat dapat ditemukan di mana saja, asalkan ada platform yang tepat untuk menyalurkan karyanya.
Artikel Terkait
Sutradara Tunanetra Basuki Ungkap Cara Menghadapi Film
26 Juli 2026
Film ‘Langit Tetap Sama’ Portrasi Penyandang Disabilitas
25 Juli 2026
Drama Korea 11 Serial Sinematografi Film-Style Menghipnotis
25 Juli 2026
Pasha Ungu Tolak Film Bersama Putra Karena Tak Ada Keyakinan
25 Juli 2026
Ajil Ditto Akting Bersama Anak Disabilitas di Film Istimewa
25 Juli 2026
Deep Water Bikin Tegang – Dari Turbulensi Hingga Hiu
23 Juli 2026
Film Penerbangan ‘Penerbangan Terakhir’ Tampil Drama Power Abuse
22 Juli 2026
Klipper Jadi Jantung Kampanye Film ‘Harusnya Horror
22 Juli 2026
Memuat komentar...