Rupiah Kian Terperosok, Siap

Rupiah tembus Rp 18.000 per dolar AS, harga minuman kemasan terancam naik akibat biaya bahan baku impor yang membengkak. Pengusaha mulai batasi margin.

PerbesarPemerintah tengah mengkaji pengenaan cukai bagi minuman berpemanis dengan kisaran harga Rp 1.000-Rp 3.000.

, Jakarta – Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang telah tembus ke level 18.000. Anjloknya kurs rupiah berpotensi bakal membuat harga produk minuman kemasan melonjak.

Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM) Triyono Prijosoesilo menghitung, rupiah telah melemah di kisaran 9-10 persen sejak awal 2026 ini. Jika mata uang Garuda terperosok lebih dalam, tidak menutup kemungkinan harga Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) bakal ikut terseret.

“Mau enggak mau pasti ada (dampaknya). Karena sekarang aja dari sisi selisih kursnya ada kurang lebih sekitar 9-10 persen kan dalam konteks sekarang dengan dibanding awal tahun. Kalau turun lebih dalam lagi, mau enggak mau pasti ada pengaruh,” ujar ya di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Saat ini, pihak pengusaha disebutnya masih berupaya agar harga produk minuman kemasan tidak ikut tergoncang. Meskipun sektor industri bersangkutan juga harus berhadapan dengan pelemahan daya beli masyarakat.

“Saat ini kalau menurut kami ya (pelemahan kurs rupiah) sekitar 10 persen masih bisa ditahan lah. Tapi berapa lama (bisa) nahannya, itu saja,” tegas Tri.

 

10% Bahan Baku Impor

PerbesarLebih cermat mengenali produk yang kita konsumsi dengan mencari informasi teruji, minuman berpemanis bukan penyebab sakit ginjal kronis

Kenaikan ini bisa terjadi lantaran bahan baku produk minuman kemasan berasal dari impor. Ia pun khawatir rupiah yang kian melemah bakal semakin menggerogoti ongkos produksi.

“Jadi memang saat ini kita belum melihat terlalu banyak dampaknya, karena kan penurunannya baru sekitar 2-3 bulan terakhir ini penurunan kurs,” kata Tri.

“Tapi kita ada concern, apakah ini penurunan kurs akan terus berlanjut atau tidak? Kemudian bagaimana ke depannya, ini yang kita harus jaga,” dia menekankan.

 

Harapan ke Pemerintah

PerbesarIlustrasi minuman berpemanis dalam kemasan di minimarket. (Foto by AI)

Oleh karenanya, ia berharap pemerintah bisa lebih menjaga nilai tukar rupiah ke depan. Tri tak ingin penurunan kurs yang terlalu dalam bakal semakin berdampak terhadap harga bahan baku.

“Mudah-mudahan ini bisa dijaga, mudah-mudahan rupiah bisa diperbaiki nilai tukarnya, sehingga industri pun bisa melakukan planning dengan lebih baik lagi,” pinta dia.

“Karena mau enggak mau dengan fluktuasi nilai tukar itu akan mengganggu dari sisi planning kita industridengan bagaimana kita mengimpor bahan baku, bagaimana kita investasi, dan lain sebagainya,” tuturnya.



error: Content is protected !!