Bank Indonesia Fokus Peningkatan UMKM Dengan Program Kemitraan

BeritaLokal, Jakarta – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan Usaha Mikro Kecil, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah dan BI berkolaborasi untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui program transformasi kewirausahaan yang menargetkan 400 barista bersertifikasi internasional, 50 inovasi wastra baru, 200 pesantren produsen air minum dalam kemasan, dan 10 pesantren pengelola pertanian terintegrasi. Capaian ini diukur dari omzet UMKM binaan BI yang mencapai Rp7,02 triliun pada 2025, tumbuh 23,1% YoY, dengan pertumbuhan tertinggi pada UMKM ekspor dan digital.

Selain itu, BI mempercepat penyaluran kredit melalui sinergi dengan pemerintah, otoritas, perbankan, dan pelaku usaha. Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) mendukung aktivitas ekonomi sektor produktif, yang meningkat 11,51% YoY pada Mei 2026. BI juga fokus pada keberlanjutan ekonomi dengan program yang menjamin lapangan kerja dan kontribusi UMKM terhadap pertumbuhan inklusif.

Pemerintah menggandeng BI dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan, baik melalui pendanaan teknologi maupun inovasi produk. Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu tahun ini menargetkan peningkatan daya saing UMKM dengan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Dengan demikian, BI diharapkan dapat memastikan kestabilan ekonomi sementara menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pengelolaan sumber daya.

Seluruh upaya ini dilakukan untuk mendorong UMKM mencapai standar bisnis modern, meningkatkan akses pendanaan, serta memperkuat peran mereka dalam menggerakkan ekonomi nasional. Pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau menjadi kunci keberhasilan program BI dalam menopang ekosistem usaha lokal.

Artikel Terkait

0