IPO di BEI Berlanjut, Investor Kepercayaan Tinggi

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia melalui aktivitas IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI), kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Kondisi tersebut mencerminkan optimisme pelaku usaha terhadap prospek ekonomi yang tetap stabil, meski tengah menghadapi dinamika pasar keuangan global.

Selain itu, IPO terus berlanjut di BEI menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah menilai aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) yang terus berlangsung mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap pasar modal Indonesia. Kondisi tersebut juga dinilai memperkuat upaya pendalaman pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), yang baru menjabat, dihargai oleh para investor sebagai pemenang dalam IPO pertama sejak menjabat. Airlangga Hartarto mengatakan, pencatatan saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) menjadi IPO kedua di Indonesia pada triwulan I 2026. Kehadiran emiten baru di tengah volatilitas pasar saham mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap kondisi ekonomi nasional yang tetap kuat.

Dalam triwulan I 2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% meski mengalami tekanan dari dinamika pasar global. Kinerja tersebut ditopang konsumsi domestik yang tetap kuat, peningkatan investasi, serta reformasi terus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki iklim usaha. Industri makanan dan minuman dianggap sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi, dengan kontribusi 7,31% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada triwulan I 2026. Peningkatan permintaan masyarakat selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) juga berkontribusi pada pertumbuhan sektor tersebut.

Sementara itu, sektor investasi mencatatkan realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) Rp 10,48 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 16,34 triliun pada triwulan I 2026. Pemerintah menilai minat investor terhadap sektor riil masih tinggi, yang mencerminkan daya beli masyarakat dan iklim investasi Indonesia yang dinilai kondusif.

Pemerintah juga terus memperkuat reformasi di sektor pasar modal untuk meningkatkan daya saing industri keuangan dan menjaga kepercayaan investor. Salah satu indikatornya adalah penertiban lembaga penyedia indeks global MSCI yang kembali mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market pada evaluasi Juni 2026. Langkah-langkah ini diharapkan mampu memperdalam pasar modal, memperluas akses pembiayaan bagi dunia usaha, dan memperkuat kontribusi sektor keuangan terhadap pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Airlangga optimistis aktivitas IPO akan terus berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, dengan enam emiten yang bersiap melantai di BEI selanjutnya. Kondisi ini mencerminkan momentum investasi yang masih kuat dan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus bertahan.

Artikel Terkait

0