BeritaLokal, Atlanta – Pemain Mesir Hossam Hassan mengejek keputusan wasit yang memicu kontroversi dalam laga melawan Argentina. Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium menjadi momen dramatis ketika Timnas Mesir, yang berada di atas angin setelah unggul 2-0, harus bangkit dengan mencetak tiga gol dalam 11 menit terakhir untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2. Namun, aksi pelatih Hassan, yang memperagakan gestur ‘X’ menggunakan kedua tangannya kepada wasit Francois Letexier, langsung mengguncang para pemain dan masyarakat.
Kontroversi berlanjut setelah Hassan menunjukkan gestur tersebut di tengah pertandingan. Pemain Mesir sebelumnya telah memprotes pelanggaran dalam serangan yang menyebabkan gol dianulir, sementara Ziko akhirnya mencetak gol setelah keputusan tersebut. Meski gagal mengakhiri laga dengan 3-2, Hassan tetap menyampaikan rasa kecewa terhadap keputusan wasit, termasuk penalti yang dianulir dan gol kedua yang tidak diperiksa oleh VAR. Pernyataannya di konferensi pers setelah pertandingan menyentuh isu adil dalam permainan.
Saat menghampiri wasit, Hassan memperagakan ‘X’ sebelum berbicara keras terhadap keputusan yang dinilai merugikan Timnas Mesir. “Kami tidak melihat rasa hormat atau permainan yang adil,” kata Hassan, menyoroti kritik terhadap proses pertandingan yang dianggap tidak adil. Ia juga menyebutkan kekecewaan atas penalti dianulir dan gol kedua yang seharusnya diperiksa oleh VAR.
Saudara kembar Hassan, Ibrahim Hassan, sempat menghampiri untuk menenangkan situasi, tetapi belum ada kepastian apakah gestur tersebut berkaitan dengan dugaan pelecehan rasial atau merupakan bentuk protes atas keputusan wasit. Sementara itu, para pemain Mesir masih mempertanyakan keterbukaan wasit dalam menentukan hasil pertandingan.
Laga ini menjadi bagian dari drama lima gol yang terjadi di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Meski Timnas Mesir berhasil mengakhiri laga dengan kekalahan, aksi Hassan tetap menjadi perhatian publik dan pihak berwenang. Kontroversi gestur ‘X’ juga memicu diskusi tentang transparansi proses pertandingan dan keterlibatan wasit dalam isu adil.
Artikel Terkait
Grassroots Piala Presiden 2026: Fondasi Sepak Bola Indonesia Dipupuk
8 Juli 2026
Zlatko Dalic Akhir Era di Timnas Kroasia
8 Juli 2026
Gol Kemenangan yang Menentukan: Enzo Fernandez di Piala Dunia 2026
8 Juli 2026
Perkembangan Pertandingan Kunci antara Prancis dan Maroko: Peran Kunci Michael Olise dan Achraf Hakimi
8 Juli 2026
Gregor Kobel: Pemain Kiper yang Menentukan Tiket ke Perempat Final Bola Dunia
8 Juli 2026
8 Tim Piala Dunia 2026 Tersingkir Tanpa Wakil Tuan Rumah
7 Juli 2026
Belgia Menebus Ketidakadilan Dengan Kemenangan 4-1
7 Juli 2026
Piala Dunia 2026: Kontroversi Politik dan Keputusan FIFA yang Mengejutkan
7 Juli 2026
Memuat komentar...