BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memperkuat kerja sama UMKM melalui digitalisasi dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Singapore Business Federation (SBF). Kesepakatan ini ditandai oleh pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, yang menegaskan komitmen untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.
Selain itu, Kadin Indonesia dan SBF sepakat membangun ekosistem perdagangan digital, dialog kebijakan, serta program pelatihan bagi UMKM agar lebih siap masuk pasar internasional. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci utama untuk meningkatkan daya saing UMKM di pasar global.
Anindya menegaskan, sebagian ekspor Indonesia ke Singapura saat ini masih dominasi komoditas seperti minyak sawit, batu bara, dan besi, namun ia melihat ruang besar untuk produk UMKM yang bisa memperluas pangsa pasar di sana. “Dengan teknologi AI, kita bisa mengeksplorasi potensi pasar yang belum terjangkau,” ujar Anindya dalam keterangan resmi.
Program konkret antara kedua pihak mencakup pengembangan Trade AI Advisor (TAIA), platform berbasis AI generatif dari SBF yang dirancang untuk membantu UMKM memahami aturan perdagangan, strategi masuk pasar internasional, dan regulasi. Selain itu, Kadin Indonesia dan SBF juga akan menyelenggarakan diskusi kebijakan, pelatihan, dan pendampingan antara pelaku usaha, pakar perdagangan, serta pembuat kebijakan.
Kerja sama ini sejalan dengan kampanye We Buy From Indonesia, yang bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Dengan fokus pada digitalisasi, kedua pihak berharap bisa mengakselerasi ekspor produk nasional di bidang-bidang tertentu, seperti teknologi dan kesehatan.
Sementara itu, Kadin Indonesia menegaskan bahwa pelatihan UMKM tidak hanya terfokus pada teknologi, tetapi juga pada pengelolaan bisnis dan kebijakan ekonomi global. “Kita ingin memastikan UMKM Indonesia siap menghadapi tantangan pasar internasional,” kata dia.
Kerja sama ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas UMKM untuk bersaing di ASEAN dan pasar global.
Artikel Terkait
Arie Untung Mendorong Brand Lokal Ke Dunia
6 Juli 2026
Harga Emas 24 Karat Stabil di Antam dan Pegadaian 6 Juli 2026: Harga Murah!
6 Juli 2026
Rupiah Melemah ke 17.992 terhadap Dolar AS: Faktor Ekonomi dan Geopolitik Menyebabkan Perubahan Kurs
6 Juli 2026
Komoditas Terancam Usai Serangan Rusia ke Kyiv Makin Masif
6 Juli 2026
BRI Bagikan Dividen Terbesar di Bawah Supervisi Danantara
6 Juli 2026
Fed Menurunkan Suku Bunga: Harga Emas Menguat
5 Juli 2026
Rupiah Berpotensi Menguat: Prediksi Pekan Depan 2024
5 Juli 2026
BNI & Danantara Fokus Pembiayaan Sektor Produktif
4 Juli 2026
Memuat komentar...