Fangfang: Telantarkan dalam Hamil 9 Bulan, Tuntut Nafkah

BeritaLokal, Pati – Seorang wanita bernama Fangfang mengaku sebagai istri siri Vicky Prasetyo dan merasa ditelantarkan saat hamil 9 bulan, menuntut nafkah serta biaya persalinan. Kondisi ini memicu perhatian publik setelah Fangfang memperlihatkan keadaannya di media, mengaku kesulitan menghubungi Vicky Prasetyo untuk meminta dukungan ekonomi.

Selain itu, kuasa hukum kliennya, Vino, menyebut bahwa Fangfang menghadapi tantangan besar dalam menjalani masa kehamilan yang telah memasuki bulan kesembilan. Ia disebut terlantar dalam kondisi hamil 9 bulan dan berada di pembukaan pertama, namun masih kesulitan menjangkau Vicky Prasetyo untuk meminta nafkah. “Klien saya ini diterlantarkan dalam kondisi hamil sembilan bulan dan ini sudah pembukaan satu,” ujar Vino saat diwawancara di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Fangfang mengungkapkan bahwa ia berusaha memenuhi kebutuhan sehari-hari sendirian. “Untuk nafkah saya harus mengemis, minta uang Rp500 ribu buat makan saja harus minta-minta dan sering ditunda,” kata wanita yang tinggal di kamar kos 3×4 meter. Ia mengaku merasa terlantar dalam kondisi hamil sembilan bulan, dengan biaya persalinan belum terpasti.

Sementara itu, Fangfang menyebut dirinya masih menunggu kepastian untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani proses persalinan. “Saya posisinya tinggal di kosan sampai saat ini 9 bulan. 9 bulan teman-teman ya, pembukaan satu kamu tinggal di kos-kosan,” ungkapnya. Meski mengaku dalam situasi sulit, Fangfang tetap berusaha bertahan demi anak yang sedang dikandungnya. Ia juga berharap sang anak akan mengetahui perjuangan yang telah dilaluinya dan bangga terhadap kakek ayahnya.

Kondisi kehamilan Fangfang telah memasuki pembukaan pertama, namun ia mengaku kesulitan menghubungi Vicky Prasetyo untuk meminta nafkah atau biaya persalinan. Pihak Vicky Prasetyo kini diwajibkan untuk menanggung tanggung jawab terhadap kebutuhan ekonomi kliennya, meski belum ada klaim resmi dari pihak berwenang.

Artikel Terkait

0