Fangfang Buka Rahasianya dengan Vicky Prasetyo, Mulai dari DM IG

BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga dengan menggelar acara simbolis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk menegakkan peraturan tentang DM (Direct Message) dan memastikan keamanan dalam komunikasi antarwarga. Di sela-sela acara tersebut, seorang warga Kota Jakarta mengungkap cerita pribadinya yang bermula dari media sosial.

Fangfang, seorang perempuan asal Pati, Jawa Tengah, mengaku awalnya merasa ragu saat mengetahui rekam jejak Vicky Prasetyo, artis ternama, melalui DM Instagram. Pada awalnya, komunikasi antara keduanya berjalan cukup intens hingga akhirnya mereka memutuskan bertemu secara langsung. “Saya mulai mengenal dia melalui DM di Instagram, lalu lanjut ke WhatsApp, dan akhirnya ketemu,” kata Fangfang saat ditemui di lokasi acara tersebut.

Dalam wawancara, Fangfang menjelaskan proses perkenalan yang terjadi sejak tahun 2024. Vicky, yang saat itu sedang bekerja di Pati, sering mengajak Fangfang bertemu setiap kali berada di kota tersebut. “Dia mengatakan ‘Saya lagi di Pati, ketemu yuk’,” ujar Fangfang. Namun, ia pernah ragu karena takut rekam jejak Vicky yang menunjukkan hubungan sebelumnya.

Kehati-hatian Fangfang berubah setelah Vicky menunjukkan keseriusan. Ia mengaku mendapat janji-janji yang membuatnya yakin untuk melanjutkan hubungan. “Saya sempat takut karena track record-nya, tapi karena dia menunjukkan niat baik dan menjanjikan hal-hal yang tidak saya dapat di pernikahan pertama, akhirnya saya menerima,” kata ia.

Pada saat kehamilan, Fangfang mengaku merasa ditinggalkan Vicky. Ia mengklaim keputusan menikah secara siri terjadi setelah Vicky memperhatikan bahwa janin yang dikandungnya adalah anaknya. “Dia bilang ‘Nggak (ilfeel) lah, kamu kan hamil anak aku’. Jadi memang di awal dia tahu kalau ini anaknya,” jelas Fangfang.

Pengakuannya mengatakan situasi berubah setelah usia kehamilannya semakin besar. Ia mengklaim perhatian Vicky mulai berkurang hingga merasa menjalani kehamilan seorang diri. “Setelah hamil saya seperti ditinggalkan gitu. Jadi kayak diajak nggak, waktu misalkan ditemenin juga nggak, terus ketemu juga kalau misalkan dia ada acara di Semarang dia baru ngabarin saya ketemu,” tuturnya.

Kegiatan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga ini menandai upaya pemerintah untuk memastikan keberlanjutan peraturan DM dan mengingatkan warga agar menjaga hubungan sehat. Pemimpin acara, Yuliana, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya konflik dalam komunikasi antarwarga. “Kita harus memperkuat peraturan DM dan memastikan setiap komunikasi dilakukan secara aman,” kata Yuliana.

Dengan mengakhiri acara tersebut, pihak penyelenggara berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi warga Kota Jakarta untuk menjaga kesehatan sosial dalam hubungan mereka.

Artikel Terkait

0