PSEL Keterlambatan karena Regulasi Berbelit

BeritaLokal, Bali – Proyek pengolahan sampah jadi energi listrik (PSEL) di Bali terkena tekanan aturan yang berbelit, membuat proyek ini mengalami keterlambatan hingga 11 tahun. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebutkan bahwa hanya dua proyek sejenis berhasil diluncurkan dalam periode itu, dengan satu proyek tidak optimal dan satu lagi dihentikan karena regulasi yang terlalu kompleks.

Selain itu, proses izin yang memakan waktu lama-dari DPRD setempat hingga pemerintah pusat-telah menjadi penghalang utama bagi pengusaha sektor energi. Zulkifli menegaskan bahwa aturan yang terlalu panjang dan berbelit membuat para pemilik usaha kewalahan, bahkan mengakibatkan “stroke” dalam proses pengerjaan. “Kalau selesai di situ, nanti minta izin lagi ke Menteri ESDM,” ujarnya.

Proyek PSEL Bali, yang dipimpin oleh Nusantara Bali New Energy, mampu mengolah 1.500 ton sampah per hari menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan sistem pembuangan polusi (APCS) berlapis. Proyek ini diresmikan pada 8 Juli 2026 dan beroperasi pada Semester I 2028, dengan investasi sebesar Rp 3 triliun dan penyerapan 1.200 tenaga kerja. Zulkifli menegaskan bahwa aturan yang lebih jelas dan koordinasi yang kuat antara pemerintah daerah, pusat, dan lembaga teknologi akan mempercepat pengelolaan sampah.

Sementara itu, CEO Danantara Rosan Roeslani menyatakan PSEL sebagai solusi untuk mengurangi beban sampah yang menumpuk di berbagai wilayah. “Sampah bukan lagi beban bagi generasi mendatang,” ujarnya. Proyek ini dirancang untuk mengatasi dampak lingkungan, kesehatan, dan keselamatan dengan teknologi terbukti.

Pemerintah Prabowo Subianto menegaskan ketegasannya dalam mempercepat regulasi agar proyek PSEL dapat berjalan dengan lebih cepat. Zulkifli bersyukur bahwa kebijakan ini bisa diimplementasikan, mengingat regulasi sebelumnya terkesan “banyak dan panjang”. Dengan perbaikan aturan, kerja sama kuat, serta tata kelola yang baik, pengelolaan sampah dapat lebih efektif untuk manfaat masyarakat dan lingkungan.

Proyek PSEL Bali menjadi contoh kisah sukses dalam menghadapi tantangan regulasi yang berbelit. Dengan kebijakan baru, pemerintah berharap bisa mempercepat pengurangan sampah dan meningkatkan efisiensi energi di Indonesia.

Artikel Terkait

0