beritalokal.my.id, Jakarta – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat usai libur panjang. Pada pembukaan perdagangan saham Selasa (2/6/2026), IHSG langsung melaju di zona hijau.
Mengutip data RTI pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka naik menjadi 6.210,92 dari penutupan perdagangan sebelumnya di angka 6.127,35.
Pada pukul 09.05 WIB, IHSG masih menguat dengan naik 1,21% menuju 6.202,21. Indeks saham LQ45 juga cerah dengan naik 0,84% ke 616,58. Sebagian besar indeks saham acuan bergerak di zona hijau.
Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat bergerak di level tertinggi 6.219,17 dan level terendah 6.183,17. Sebanyak 272 saham menguat sehingga mendorong IHSG. Selain itu, 241 saham melemah dan 197 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 196.832 kali dengan volume perdagangan saham sebanyak 2,7 miliar saham. Nilai transaksi harian saham mencapai Rp 2,6 triliun. Sementara itu, dolar Amerika Serikat masih perkasa terhadap rupiah. Dolar AS terhadap rupiah menyentuh 17.853.
Sektor saham sebagian bergerak menghijau. Sektor saham energi mempimpin penguatan dengan naik 2,77%, sektor saham infrastruktur menyusul dengan naik 2,03% dan kemudian sektor saham cyclical sebesar 1,87%
Prediksi IHSG
PerbesarSebelumnya, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) pagi dibuka melemah 357,76 poin atau 4,30 persen ke posisi 7.962,79. Tampak dalam foto, papan elektronik menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (YASUYOSHI CHIBA/AFP)
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melemah pada perdagangan saham Selasa, (2/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 5.889. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melemah tipis 0,05% ke 6.217 dan disertai dengan munculnya volume pembelian pada perdagangan saham Jumat, 29 Mei 2026. Selain itu, pada timeframe weekly, IHSG tergelincir 0,56% dengan volume penjualan yang cenderung mengecil.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi pergerakan IHSG saat ini, diperkirakan masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.
“Area koreksi yang dapat kami perkirakan berikutnya akan menguji ke 5.899 sekaligus area supportnya,” ujar Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan bergerak di level support 5.996,5.899 dan level resistance 6.318,6.459 pada perdagangan saham Selasa pekan ini.
Pada pekan ini, Herditya mengatakan, IHSG masih rawan terkoreksi dengan level support 6.071 dan level resistance 6.262. Untuk sentimennya antara lain rilis data Purchasing Manager’s Index (PMI) dan data pekerjaan Amerika Serikat (AS). Selain itu, rilis data inflasi Indonesia dan investor akan mencermati gencatan senjata yang berlaku selama 60 hari.
Sedangkan dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memprediksi, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistane 5.880-6.220.
Rekomendasi Saham
PerbesarSelasa (9/9/2025) pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ambruk 1,47% ke level 7.653,65. Pergerakan IHSG hari ini masih melanjutkan sentimen negatif pada sore kemarin, Senin (8/9/2025) yang ditutup turun 1,28%. (AP Photo/Tatan Syuflana)
Untuk rekomendasi saham hari ini, Herditya memilih saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Buy on Weakness
Saham DEWA menguat 1,21% ke 334 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi DEWA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 282-330
Target Price: 384, 412
Stoploss: below 270
2.PT United Tractors Tbk (UNTR) – Trading Buy
Saham UNTR terkoreksi 3,68% ke 22,925 tetapi muncul adanya volume pembelian. “Saat ini, posisi UNTR kami perkirakan berada pada bagian dari wave (3) dari wave [C],” tutur Herditya.
Trading Buy: 22.575-22.925
Target Price: 24.225, 25.250
Stoploss: below 22.300
3.PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) – Buy on Weakness
Saham UNVR bergerak terkoreksi 2,84% ke 1.710 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi pergerakannya tertahan oleh MA20. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B.
Buy on Weakness: 1.540-1.670
Target Price: 1.805, 2.000
Stoploss: below 1.485
4.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) – Sell on Strength
Saham NCKL menguat 5,33% ke 890 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya memperkirakan, posisi NCKL saat ini berada pada bagian akhir dari wave [iv] dari wave C.
“Hal tersebut berarti, penguatan NCKL akan cenderung terbatas dan rawan koreksi untuk membentuk wave [v] ke rentang 745-760 sekaligus menutup area gap,” ujar dia.
