[BeritaLokal], Jakarta – Upacara Bendera dan Tradisi Pelepasan Prajurit Purna Tugas Rindam IV/Diponegoro berlangsung secara khidmat di Lapangan Dr. Hoesen Hirohoesodo, Rindam IV/Diponegoro, Magelang, Senin pagi. Acara ini dihadiri oleh Danrindam IV/Diponegoro, Brigjen TNI Hindratno Devidanto, S.E., M.M., M.Han., yang memegang posisi Inspektur Upacara Bendera dan menjadi pembuka acara tradisional pelepasan prajurit yang telah menyelesaikan tugas purna tugas di wilayah operasionalnya.
Dalam pidatonya, Danrindam menyampaikan penghargaan dan rasa terima kasih yang tulus kepada para prajurit yang telah menyelesaikan tugas purna tugas di Rindam IV/Diponegoro. Ia menyebutkan bahwa dedikasi dan pengabdian yang telah dilakukan selama bertugas merupakan bukti nyata dari komitmen dan semangat loyalitas yang telah dijalankan dalam menjalankan tugas militer. “Kami menghargai setiap langkah yang telah Anda lalui, dan semoga pengalaman yang telah Anda kumpulkan menjadi bekal yang berharga dalam menjalani kehidupan setelah tugas militer,” ujarnya.
Selain itu, Danrindam menekankan bahwa purna tugas bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian baru. “Janganlah Anda berpikir bahwa setelah purna tugas, hubungan dengan keluarga, komunitas, dan masyarakat harus berakhir. Sebaliknya, mari kita jaga dan perkuat silaturahmi, berbagi pengalaman, dan tetap menjaga komunikasi yang sehat,” imbuhnya. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan secara fisik dan mental, mengingat tubuh adalah aset paling berharga bagi setiap prajurit maupun PNS, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas. “Jaga pola hidup sehat, atur waktu istirahat, dan rutin lakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan tubuh yang sehat, hidup akan lebih tenang, produktif, dan penuh makna,” lanjut Danrindam.
Purna tugas, menurut Danrindam, adalah momen transisi yang harus dijalankan dengan penuh kesiapan dan makna. “Manfaatkan ilmu, pengalaman, dan waktu yang tersedia untuk berkarya di masyarakat, membina keluarga, atau mengejar hobi dan usaha pribadi. Persiapan yang baik sejak dini akan membuat transisi ini lebih lancar, bermakna, dan berdampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Acara ini juga menandai pelepasan empat prajurit yang telah menyelesaikan tugas purna tugas di Rindam IV/Diponegoro. Mereka adalah Letkol Inf (Har) Suroso, Mayor Inf (Har) Prayogo Kisworo, Kapten Inf Supriyanro, dan Kapten Inf Aal Aryanto. Setiap nama yang disebutkan merupakan simbol dari perjalanan yang telah mereka lalui, dari latihan, tugas, dan tanggung jawab yang telah dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
Dengan suasana yang penuh hormat, semangat patriotisme, dan keakraban, acara ini menjadi momen penting yang tidak hanya menandai akhir dari tahap profesional, tetapi juga menandai awal dari perjalanan baru yang penuh makna. Tradisi pelepasan ini bukan hanya ritual militer, tetapi juga bentuk pengakuan atas kontribusi yang telah diberikan oleh prajurit kepada daerah dan negara, serta menunjukkan bahwa pengabdian tidak berakhir hanya dengan jabatan, tetapi terus berlanjut dalam bentuk kehidupan bermasyarakat yang bermakna.
Acara ini menunjukkan bahwa kebanggaan militer tidak hanya ditempatkan di dalam formasi, tapi juga di dalam kehidupan setelah tugas, yang tetap memegang nilai-nilai yang telah dibangun selama bertugas.