BeritaLokal, Jakarta – Film Cerita Lila yang diadaptasi dari kisah Sara Wijayanto dan tim Diary Misteri Sara di YouTube menarik perhatian publik dengan berbagai fakta unik balik layar. Kini, film ini siap menghantui bioskop mulai 18 Juni 2026, dengan penuh kesan dramatis dan emosional. Berikut enam fakta mendalam tentang kisah yang menari antara kehidupan nyata aktor-aktor utama.
Fakta 1: Lutesha Menyelenggarakan Kesurupan dengan Rigging Kamera
Dalam adegan yang memprihatinkan, Lutesha (Tari) mengalami kesurupan saat berperan dalam permainan kamera. “Ada teknik di mana badanku di-rigging kamera, jadi aku harus lari dan kameranya cukup berat,” kata Lutesha di Epicentrum XXI Jakarta Selatan. Adegan ini memerlukan koordinasi sempurna dengan penata kamera, meski berat, ia berhasil mengeksekusinya dengan brilian.
Fakta 2: Suami Tari Dipergok Selingkuh, Membawa Kekacauan Hidup
Pemutaran cerita di awal film menyajikan permasalahan utama: Tari menggugat cerai karena suami dipergok selingkuh. Hal ini tidak hanya memicu ketegangan internal, tetapi juga membuatnya harus menjual rumah tua yang merupakan tempat tinggal Nia (Myesha Lin). Hidupnya kini dipenuhi tekanan emosional dan tantangan ekstra.
Fakta 3: Adegan Kesurupan Jadi Titik Klimaks Emosional
Lutesha menyebutkan bahwa adegan kesurupan paling menantang karena “menguras mental” saat ia harus mencoba gantung diri pakai kain. Wajahnya terlihat depresif, air mata berlinang, dan kegundahan yang menghiasi ekspresi. Adegan ini menjadi bagian dari narasi emosional yang memperkuat daya tarik film.
Fakta 4: Shareefa Daanish Menyapu Perfoma dengan Kreativitas
Aktor pemerannya, Shareefa Daanish (Lila), menggambarkan perjuangan untuk mengekspresikan karakter yang terjebak dalam kebencian dan ketidaksetiaan. Dalam penampilannya, ia memperlihatkan keterbatasan fisik akibat rigging, tetapi juga mampu menyampaikan pesan dramatis melalui permainan emosional.
Fakta 5: Nia Mengaku Teman Baru di Rumah Tua
Setelah rumahnya terbakar, Nia mengaku punya teman baru bernama Lila (Firzanah Alya). Kejadian ini menjadi simbol kehidupan yang tidak selalu menyenangkan dan menuntut perhatian lebih dari satu pihak. Film memperlihatkan bagaimana kisah mereka berubah setelah mengalami trauma.
Fakta 6: Karya Bobby Prasetyo Menampilkan Pemecahan Masalah Emosional
Direktur film, Bobby Prasetyo, menyebut bahwa kisah ini mengeksplorasi bagaimana manusia menghadapi ketidakseimbangan emosi. Dalam penuturan Lutesha, ia menyatakan bahwa perasaan yang terjebak dalam karakternya justru menjadi sumber kekuatan untuk bertahan.
Dari kisah nyata hingga permainan narasi, Cerita Lila menggabungkan dua dunia: kehidupan realitas dan esensial drama. Film ini tidak hanya menarik penonton dengan ceritanya, tetapi juga memperlihatkan bagaimana seseorang bisa menjadi pemandu perubahan dalam kisah yang sering kali menyakitkan.