Danantara: Penguatan IHSG Cerminkan Kepercayaan Investor

BeritaLokal, Jakarta – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 7,38% pada pekan ini mencerminkan kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia dan kinerja perusahaan nasional. Dony Oskaria, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia serta Kepala Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menyampaikan bahwa sentimen positif ini berasal dari fundamental ekonomi yang kuat, kinerja perusahaan solid, dan keyakinan pasar terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang.

Dony menekankan bahwa penguatan IHSG tidak hanya disebabkan oleh pergerakan pasar jangka pendek, tetapi juga refleksi dari kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa investor lebih mempertimbangkan faktor fundamental daripada sentimen sementara saat membuat keputusan investasi. “Kita berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental kita maupun perusahaan-perusahaan Indonesia,” ujar Dony usai Flag Off BTN Jakarta International Marathon di Monas, Jakarta, Minggu (14/6/2026).

Menurut Dony, kondisi ekonomi Indonesia masih stabil dengan fondasi bisnis BUMN yang kuat. Ia mengungkapkan bahwa sektor perbankan, tambang, infrastruktur, dan perusahaan BUMN lainnya dinilai memiliki kinerja yang baik. “Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus,” katanya.

Langkah-langkah korporasi seperti buyback saham menjadi strategi penting untuk menjaga kepercayaan investor. Dony menegaskan bahwa buyback adalah praktik bisnis yang wajar jika harga saham belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan. “Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil,” kata Dony.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon LP Napitupulu, optimistis menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia menekankan bahwa pergerakan sektor riil, terutama industri perumahan, menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan. “Kita harus menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses membeli rumah,” kata Nixon.

BTN juga tetap menjaga target pertumbuhan secara prudensia, dengan fokus pada ekspansi kredit sehat dan pengelolaan aset yang baik. “Kita masih percaya pertumbuhan bisa tetap dijaga. Segala cara kita pikirkan agar masyarakat tetap bisa memiliki rumah,” tutup Nixon.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tergantung pada sektor perumahan, tetapi juga pada dinamika bisnis BUMN yang terus bertransformasi. Dony optimistis bahwa kepercayaan investor akan meningkat seiring transformasi perusahaan BUMN dan konsistensi fundamental ekonomi nasional. “Kalau barang bagus, tentu sayang kalau tidak kita optimalkan,” tambahnya.