Selat Hormuz Segera Dibuka

BeritaLokal, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan optimismnya bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran akan ditandatangani dalam waktu dekat, dengan harapan Selat Hormuz segera dibuka untuk seluruh pihak. Namun, pemerintah Iran masih berada di tahap evaluasi terhadap proposal AS, menunjukkan ketidakpastian dalam proses negosiasi.

Trump, melalui unggahan di platform Truth Social, menyampaikan optimisme bahwa perundingan akan mencapai titik akhir dalam waktu dekat. Ia mengatakan, setelah kesepakatan ditandatangani, Selat Hormuz akan terbuka untuk seluruh pengguna jalur pelayaran internasional. Namun, ia juga mengejemplarkan bahwa AS akan bekerja sama dengan Iran dalam menangani uranium yang telah diperkaya, meski belum menyebut jadwal atau mekanisme secara rinci.

Sementara itu, pemerintah Iran tetap berhati-hati. Kantor berita Fars mengatakan sumber terdekat dari tim negosiasi Iran menilai bahwa evaluasi politik, hukum, dan teknis masih dalam proses. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memperingatkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman belum pasti terjadi besok, meski ada kemungkinan pada beberapa hari ke depan. Ia menekankan pentingnya konsistensi dari pihak lain dalam menjaga stabilitas proses negosiasi.

Pernyataan yang sama disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang menyebut AS dan Iran berada di posisi terdekat menuju kesepakatan damai. Ia mengindikasikan finalisasi dalam 24 jam ke depan, sebelum pembicaraan teknis pada pekan berikutnya. Wakil Perdana Menteri Pakistan Mohammad Ishaq Dar juga menegaskan dukungan terhadap negosiasi AS-Iran dan harapan untuk meningkatkan kerja sama di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Trump mengingatkan Iran bahwa jika proses negosiasi tidak berjalan sesuai harapan, pihak AS memiliki alternatif terakhir yang kuat. Ia menyebutkan kebutuhan untuk memastikan perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

Situasi ini menghadirkan tampilan kompleks, dengan kedua belah pihak berada di titik kritis dalam perundingan. Meski Trump terus menegaskan optimismnya, Iran tetap mempertimbangkan kehati-hatian untuk menjaga agar proses negosiasi tidak melenceng dari arah yang diinginkan. Dalam konteks ini, penutupan Selat Hormuz menjadi kunci penting dalam menciptakan kembali hubungan bilateral yang stabil.