BeritaLokal, Jakarta – Perusahaan kripto Paradigm memperluas investasi setelah mendapatkan pendanaan keempat, menggandakan dana yang telah ia kumpulkan sebelumnya. Dengan total US$ 1,2 miliar atau Rp 21,66 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.060), perusahaan ini akan digunakan untuk memperkuat pengembangan di artificial intelligence (AI), robotika, teknologi digital lainnya, serta bidang-bidang yang sebelumnya menjadi fokus utamanya. Langkah ini mencerminkan perubahan strategi Paradigm dari sekadar bisnis kripto ke dalam jajaran teknologi terkini.
Mengutip Yahoo Finance, Kamis (8/7/2026), Paradigm mengatakan pendanaan keempat akan memperluas investasi di bidang AI, perangkat keras otonom, dan teknologi baru. “Pendekatan kami adalah untuk tetap dekat dengan inti-meneliti, membangun, dan berinvestasi bersama para pendiri,” kata perusahaan dalam sebuah pernyataan. Keterlibatan mitra pengelola seperti Alana Palmedo, mantan direktur Paradigm sebelumnya, yang menekankan bahwa investasi ini bertujuan untuk menghindari batas-batas kripto yang semakin terbatas.
Perusahaan didirikan pada 2018 oleh Matt Huang dan Fred Ehrsam, salah satu pendiri Coinbase. Paradigm telah memperoleh dana US$ 2,5 miliar atau Rp 45,14 triliun pada 2021, diikuti oleh dana blockchain tahap awal US$ 850 juta atau Rp 15,34 triliun pada 2024. Dengan pendanaan keempat ini, Paradigm berharap dapat mempercepat pengembangan proyek internal seperti alat pengembangan Ethereum Foundry dan Reth, serta proyek agen AI Centaur.
Di sisi kripto, Paradigm menunjuk pada investasi di bursa terdesentralisasi Hyperliquid, platform pasar prediksi Kalshi, dan Tempo, blockchain yang berfokus pada stablecoin. Perusahaan juga menyoroti proyek internal seperti EVMbench, tolok ukur keamanan blockchain yang dikembangkan dengan OpenAI. “Era ini menguntungkan mereka yang berpikiran terbuka untuk membuang pedoman yang ada dan menghitung ulang pandangan baru tentang realitas secara berkala,” kata perusahaan.
Selain itu, Paradigm juga mulai mengembangkan alat pembayaran digital untuk agen AI. Perusahaan seperti Coinbase dan Stripe telah mengelola teknologi pembayaran yang memungkinkan agen AI menggunakan dompet, stablecoin, dan infrastruktur keuangan lainnya. “Pertumbuhan eksponensial yang cukup curam tidak dapat dibedakan dari ‘sihir’, dan kita melihat pertumbuhan eksponensial skala global yang lebih besar dari sebelumnya,” kata perusahaan.
Keterlibatan mitra seperti Alana Palmedo menegaskan bahwa Paradigm berkomitmen pada pengembangan teknologi yang terbuka. “Bersyukur kepada para mitra kami,” ujar Palmedo. Dengan pendanaan keempat ini, Paradigm diharapkan dapat memperkuat perannya sebagai investor utama dalam industri kripto dan teknologi terkini.
BeritaLokal, Jakarta, Perusahaan kripto Paradigm menggarisbawahi transformasi strategi dari sekadar bisnis kripto ke dalam jajaran teknologi terkini. Dengan dana US$ 1,2 miliar, perusahaan berkomitmen untuk memperkuat pengembangan di AI, robotika, dan bidang lainnya, sambil tetap menjaga komunikasi yang intensif dengan para pendiri.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan Etanol dalam Bensin 2027 untuk Meningkatkan Ketahanan Energi
9 Juli 2026
Valve Clarifikasi RLOD Steam Machine, Bukan Pertanda GPU Rusak!
9 Juli 2026
Temasek Rekor 518 Miliar USD di Tahun Keuangan 2026
8 Juli 2026
Tether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Crypto Brasil
8 Juli 2026
Tony Blair & Prabowo: Transformasi Digital & AI di Indonesia
8 Juli 2026
Danantara Bangun Proyek Sampah Jadi Listrik Rp 3 Triliun di Bali
8 Juli 2026
Google 3 Fitur Baru yang Sudah Diujikan tapi Tidak Dirilis
8 Juli 2026
Korea Selatan Menetapkan Swasta untuk Manajemen Aset Kripto Sitaan
7 Juli 2026
Memuat komentar...