BeritaLokal, Jakarta – Pemerintah memulai tahapan pengelolaan portofolio investasi Temasek yang mencapai nilai 518 miliar dolar Singapura atau US$ 401 miliar pada 31 Maret 2026. Ini merupakan rekor tahunan kedua berturut-turut, menggambarkan kinerja finansial lembaga pengelola investasi terbesar Singapura yang terus beradaptasi dengan dinamika pasar global.
Selain itu, Temasek menunjukkan imbal hasil pemegang saham sebesar 10,5% pada tahun keuangan tersebut, dipengaruhi oleh kinerja kuat dari kepemilikan saham di Singapura dan divestasi yang dilakukan. Meski perang Iran memicu penurunan nilai portofolio sekitar 2%, penguatan dolar Singapura mengurangi pengembalian pemegang saham satu tahun.
Perusahaan ini, yang memiliki eksposur terhadap perusahaan seperti DBS Bank, Singapore Airlines, dan Singtel, tetap berkomitmen pada diversifikasi. Dalam lima tahun ke depan, Temasek bertujuan meningkatkan eksposur AI menjadi 15% dari 6%, serta memperkuat investasi kredit swasta hingga 5% dari 2%. Kegiatan ini mencakup struktur jaminan senior, pinjaman korporasi, dan pembiayaan berbasis aset.
Sementara itu, eksposur portofolio terhadap China turun dari 24% pada 2016 menjadi 17% pada 2026, meski Temasek tetap menunjukkan eksposur absolut sebesar 10 miliar dolar Singapura atau Rp139,63 triliun. Total pengembalian dalam sepuluh tahun mencapai 7,1% dalam dolar Singapura.
Selain itu, Temasek menggarisbawahi peluang di bidang AI, infrastruktur “inti plus” (seperti energi terbarukan dan nuklir), serta kredit swasta. Mereka menilai kemajuan pesat AI sebagai fase penting yang akan menciptakan peluang baru, sementara eksposur infrastruktur diharapkan meningkat 5% dalam lima tahun mendatang.
Artikel Terkait
Tether Investasi Rp 360 Miliar di Bursa Crypto Brasil
8 Juli 2026
KEK Baru Dipercepat: Investasi Rp 846 Triliun Menanti Persetujuan Pemerintah
6 Juli 2026
Bitcoin Butuh Suntikan Rp 17.991 Triliun untuk Reli
6 Juli 2026
Bitcoin: Aset Global untuk Kemandirian Keuangan
6 Juli 2026
Rafael Nadal Membangun Bisnis Hotel dan Akademi
5 Juli 2026
Allianz Reveal Strategi Investasi 2026
5 Juli 2026
Indonesia: Investasi Baja Asia Tenggara Pemimpin Pertumbuhan
3 Juli 2026
Investasi INA Capai Rp 74,5 Triliun, AUM Naik Dua Kali Lipat
3 Juli 2026
Memuat komentar...