BeritaLokal, Brasil – Tether, penerbit stablecoin terbesar di dunia, mengumumkan investasi US$ 20 juta atau Rp 360 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.000) dalam putaran pendanaan strategis untuk bursa kripto Brasil, Mercado Bitcoin. Dengan investasi ini, Tether bertujuan memperkuat infrastruktur keuangan berbasis blockchain di Amerika Latin.
Selain itu, Mercado Bitcoin, yang didirikan pada 2013 dan menjadi platform keuangan on-chain terbesar di dunia, telah berkembang dari bursa aset digital menjadi layanan yang mencakup perdagangan, tokenisasi, kredit, pembayaran berbasis stablecoin, infrastruktur perbankan, dan layanan lintas batas. Platform ini melayani 4,5 juta pengguna dan telah menawarkan US$ 387 juta dalam aset tokenisasi, dengan lisensi di Brasil dan Eropa, termasuk lisensi dari bank sentral Brasil.
CEO Tether, Paolo Ardoino, mengatakan bahwa misi perusahaan adalah membangun infrastruktur keuangan yang terbuka, mudah diakses, dan efisien untuk dunia. “Kedalaman perizinan regulasi, infrastruktur tokenisasi, dan layanan keuangan terintegrasinya tidak tertandingi di Amerika Latin,” katanya. Ardoino berharap investasi ini memperkuat kemampuan Mercado Bitcoin dalam mempercepat generasi berikutnya dari layanan keuangan on-chain di Brasil dan global.
Investasi US$ 20 juta akan digunakan untuk memperluas infrastruktur pembayaran, meningkatkan produk investasi tokenisasi, mengembangkan kemampuan pinjaman, memajukan pasar modal on-chain, serta mengejar ekspansi internasional. “Diskusi sekarang bukan lagi tentang apakah keuangan akan beralih ke on-chain. Transisi itu sudah berlangsung,” kata Chairman dan CEO Mercado Bitcoin, Roberto Dagnoni. Fokus sekarang adalah membangun infrastruktur yang mendukung tokenisasi, stablecoin, pembayaran, dan pasar modal dalam skala besar, membentuk cara uang bergerak, investasi diakses, dan modal dikerahkan.
Selain itu, Tether juga meluncurkan stablecoin representatif Georgia (GELT) dengan dukungan pemerintah Georgia. Token ini akan menjadi “representasi digital dari lari Georgia,” menurut pernyataan Tether. Meskipun belum merinci sifat kemitraan, pihak Tether mengklaim bahwa peluncuran token ini merupakan hasil aturan stablecoin Bank Nasional Georgia yang membuat negara tersebut menarik bagi bisnis aset digital.
Pemerintah Georgia, dengan 3,7 juta penduduk, termasuk penambang mata uang kripto teratas di dunia. Dengan dukungan pemerintah, stablecoin ini bertujuan mendukung perdagangan lintas batas, pengembangan fintech, dan pembayaran digital. Bank sentral Georgia belum menanggapi permintaan komentar, namun pernyataan Tether menyebutkan dukungan terhadap inovasi keuangan secara luas.
Dengan investasi ini, Tether berupaya memperkuat posisi Mercado Bitcoin sebagai mitra strategis dan investor di pasar kripto global. Namun, pihak Tether juga menekankan bahwa setiap keputusan investasi adalah milik pembaca, dan mereka tidak bertanggung jawab atas kerugian yang muncul dari keputusan tersebut.
Artikel Terkait
Temasek Rekor 518 Miliar USD di Tahun Keuangan 2026
8 Juli 2026
Korea Selatan Menetapkan Swasta untuk Manajemen Aset Kripto Sitaan
7 Juli 2026
Flappy Coin Masuk Industri Kripto, Presale Hampir Ludes
7 Juli 2026
KEK Baru Dipercepat: Investasi Rp 846 Triliun Menanti Persetujuan Pemerintah
6 Juli 2026
Bitcoin Butuh Suntikan Rp 17.991 Triliun untuk Reli
6 Juli 2026
Bitcoin: Aset Global untuk Kemandirian Keuangan
6 Juli 2026
Rafael Nadal Membangun Bisnis Hotel dan Akademi
5 Juli 2026
Allianz Reveal Strategi Investasi 2026
5 Juli 2026
Memuat komentar...