Danantara Bangun Proyek Sampah Jadi Listrik Rp 3 Triliun di Bali

BeritaLokal, Bali – Pemerintah memulai tahapan pembangunan proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik (PSEL) pertama di Indonesia dengan investasi senilai Rp 3 triliun. Proyek ini dipilih sebagai lokasi aglomerasi terbesar di Bali, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi masalah sampah dan memanfaatkan sumber daya secara berkelanjutan.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa PSEL menjadi solusi penting untuk menyelesaikan penumpukan sampah di berbagai wilayah, termasuk Bali. Ia mengkritik hambatan regulasi yang sebelumnya memperlambat pelaksanaan proyek, kini dipercepat melalui deregulasi. Proyek ini mampu memproses 1.500 ton sampah per hari menggunakan teknologi moving grate incinerator dengan sistem kontrol polusi (APCS) berlapis, menyerap 1.200 tenaga kerja. PSEL diresmikan pada 8 Juli 2026 dan akan mulai beroperasi pada Semester I 2028.

Pembangunan proyek ini dilakukan oleh Nusantara Bali New Energy, dengan dukungan dari Badan Pengelola Investasi Danantara. Rosan Roeslani, CEO Danantara, menegaskan bahwa PSEL bertujuan untuk mengurangi beban sampah yang menimbulkan dampak lingkungan dan kesehatan. Ia menyebut proyek ini sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto, yakni memecahkan masalah sampah bersama generasi mendatang.

Sementara itu, Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) atau Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero) menjadi landasan komersial untuk menyerap listrik yang dihasilkan dari fasilitas PSEL Bali ke jaringan PLN. Ini memastikan kepastian off-take dan operasional terus berjalan dalam jangka panjang.

Proyek ini menggabungkan teknologi modern dengan komersialisme, membuka peluang untuk menyerap energi dari sampah secara ekonomis. Dengan aturan yang lebih jelas dan tata kelola yang baik, pihak pengelola berharap proyek dapat menjadi contoh sukses dalam mengatasi masalah lingkungan dan mengoptimalkan sumber daya alam.

Artikel Terkait

0