Militer AS Serang Kapal Diduga Pengangkut Narkoba di Samudera Pasifik

beritalokal.my.id, Washington D.C – Militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terbaru terhadap sebuah kapal yang dituduh terlibat dalam penyelundupan narkoba di Samudra Pasifik bagian timur pada Jumat. Tiga orang dilaporkan tewas dalam serangan tersebut.

Serangan itu menjadi yang ketiga dalam pekan ini dan menambah jumlah korban tewas dalam kampanye militer AS terhadap kapal-kapal yang didugaperdagangan narkoba menjadi lebih dari 200 orang, dikutip dari laman NBC News, Sabtu (30/5/2026).

Dalam pernyataannya, Komando Selatan AS menyebut kapal yang menjadi sasaran “terlibat dalam operasi perdagangan narkoba” dan dioperasikan oleh organisasi yang telah ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Namun, militer AS tidak mempublikasikan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Video yang diunggah melalui media sosial menunjukkan sebuah kapal kecil mengapung di laut sebelum dihantam serangan dan dilalap kobaran api. Rekaman selanjutnya memperlihatkan kapal yang terbakar dengan sejumlah benda atau bungkusan yang tersebar di permukaan air di sekitarnya.

Komando Selatan AS menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari kampanye yang telah berlangsung selama berbulan-bulan untuk menargetkan kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba melalui Laut Karibia dan Samudra Pasifik timur.

Serangan terbaru ini menambah total korban tewas menjadi 202 orang sejak operasi serupa dimulai pada awal September. Sebelumnya, dua serangan lain diumumkan masing-masing pada Selasa dan Rabu.

Pemerintahan Presiden Donald Trump berulang kali menyatakan bahwa Amerika Serikat berada dalam konflik bersenjata dengan kartel narkoba Amerika Latin yang dituding bertanggung jawab atas masuknya narkotika ke wilayah AS.

Komando Selatan AS mengatakan serangan terbaru dilakukan atas arahan Jenderal Francis L. Donovan, komandan tertinggi militer AS untuk kawasan Amerika Latin.

Pada hari yang sama, Donovan juga dilaporkan menggelar pertemuan dengan para pemimpin militer Kuba di dekat Pangkalan Angkatan Laut Teluk Guantanamo.

Kampanye militer AS terhadap jaringan penyelundupan narkoba di kawasan tersebut terus menuai perhatian karena meningkatnya jumlah korban jiwa serta penggunaan kekuatan militer terhadap target yang disebutaktivitas kriminal lintas negara.



error: Content is protected !!