Aksi Jual Investor Asing Sentuh Rp 8,5 Triliun, Saham Bank Lesu

beritalokal.my.id, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, dengan koreksi tipis. Pada penutupan sesi, IHSG tercatat melemah sebesar 0,05% ke posisi 6.127,38, menandai pergerakan yang fluktuatif sepanjang hari perdagangan saham. Pelemahan ini terjadi di tengah volume transaksi yang signifikan dan aksi jual saham oleh investor asing.

Sepanjang sesi perdagangan, IHSG sempat  mencapai level tertinggi 6.230,50, bahkan sempat menguat 1,43% menjadi 6.217,87 pada sesi pertama. Namun, tekanan jual menjelang penutupan membuat indeks berbalik arah dan mengakhiri hari di zona merah.

Dinamika Pergerakan IHSG dan Sektor Saham

Pada penutupan perdagangan 29 Mei 2026, IHSG melemah tipis 0,05% ke level 6.127,38. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 juga mencatat penurunan sebesar 1,49% menjadi 611,16. Meskipun IHSG terkoreksi, aktivitas perdagangan saham tetap tinggi dengan total frekuensi mencapai 2.377.153 kali.

Volume perdagangan saham tercatat sebanyak 47,2 miliar saham, dengan nilai transaksi harian yang menembus angka Rp 50,1 triliun. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di kisaran 17.870, memberikan gambaran kondisi makroekonomi yang turut memengaruhi sentimen pasar. Investor asing mencatatkan aksi jual mencapai Rp 8,5 triliun

Menariknya, di tengah koreksi IHSG, sebagian besar sektor saham justru menunjukkan kinerja positif. Sektor saham infrastruktur memimpin kenaikan dengan melonjak 2,89%, diikuti oleh sektor basic yang mendaki 2,65%, dan sektor energi yang meroket 1,95%. Sektor industri juga mengalami peningkatan sebesar 0,31%, menunjukkan adanya rotasi sektor atau minat investor pada sektor-sektor tertentu.

Namun, tidak semua sektor mampu bertahan. Beberapa sektor mencatat pelemahan pada penutupan sesi pertama, di antaranya sektor consumer nonsiklikal turun 0,22%, sektor kesehatan terpangkas 0,07%, sektor keuangan turun 0,24%, dan sektor properti tergelincir 0,17%. Perbedaan kinerja antar sektor ini mengindikasikan adanya selektivitas investor dalam menempatkan modalnya.

Saham Pilihan: Top Gainers, Losers, dan Teraktif

PerbesarKaryawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (beritalokal.my.id/Angga Yuniar)

Pergerakan saham individual pada 29 Mei 2026 menunjukkan variasi yang signifikan. Sebanyak 409 saham melemah, 271 saham menguat, dan 137 saham diam di tempat. Ini menggambarkan adanya tekanan jual pada sebagian besar emiten, namun juga peluang kenaikan pada saham-saham tertentu.

Daftar saham yang menjadi top gainers menunjukkan lonjakan harga yang impresif. Saham KJEN melonjak 34,18%, RATU naik 25%, BREN juga melonjak 25%, PTRO menguat 24,87%, dan BRPT melonjak 24,76%. Kenaikan signifikan pada saham-saham ini menarik perhatian investor dan menjadi pendorong utama pergerakan di pasar.

Di sisi lain, beberapa saham masuk dalam daftar top losers dengan penurunan yang cukup dalam. Saham APIC merosot 14,78%, ASPR turun 14,76%, FILM merosot 14,68%, TALF anjlok 14,46%, dan MGNA tergelincir 14,41%. Penurunan tajam ini seringkali dipicu oleh sentimen negatif spesifik terhadap perusahaan atau sektornya.

Aktivitas perdagangan juga terlihat dari daftar saham teraktif. Berdasarkan nilai transaksi, BBCA memimpin dengan Rp 5,8 triliun, diikuti TPIA Rp 4,3 triliun, AMMN Rp 4 triliun, BBRI Rp 3,2 triliun, dan TLKM Rp 2,5 triliun. Sementara itu, berdasarkan frekuensi, TPIA tercatat sebanyak 182.366 kali, BRPT 114.987 kali, BBCA 111.208 kali, PTRO 74.045 kali, dan DSSA 71.406 kali. Tingginya frekuensi dan nilai transaksi pada saham-saham ini menunjukkan likuiditas yang baik dan menjadi fokus perhatian investor.

Kinerja Saham Bank

PerbesarIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan, Rabu 10 September 2025, ditutup menguat 70,402 poin atau naik 0,92% ke level 7.699,007, dari penutupan Selasa (9/9/2025) di 7.626,605. (BAY ISMOYO/AFP)

Sejumlah saham bank melemah menjelang akhir pekan ini. Saham BBTN turun 5,22% menjadi Rp 1.270 per saham. Koreksi harga saham ini juga diikuti saham BBCA susut 4,6% menjadi Rp 5.700 per saham. Lalu harga saham BBRI turun 3,91% menjadi Rp 2.950 per saham.

Kemudian harga saham BBNI melemah 3,65% menjadi Rp 3.700 per saham.Saham BMRI turun 1,21% menjadi Rp 4.080 per saham. Harga saham BDMN susut 1,69% menjadi Rp 4.660 per saham.

Di sisi lain, saham bank lainnya ada yang catat kinerja positif. Harga saham BRIS naik 2,59% ke posisi Rp 1.980 per saham. Kemudian harga saham BNLI bertambah 0,97% menjadi Rp 3.110 per saham.  Harga saham BNGA naik 0,31% menjadi Rp 1.615 per saham. Lalu harga saham AGRO menguat 0,61% menjadi Rp 165 per saham.



error: Content is protected !!