Harga Perak Antam Turun Rp 700, Perikeman 39.200 di 28 Juli

BeritaLokal, Jakarta – Harga Perak Antam Turun Rp 700 Hari Ini 28 Juli 2026 meneguhkan tren turun harga logam mulia di pasar Indonesia. Dalam perdagangan pada Selasa, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menurunkan harga per gram perak menjadi Rp 39.200, selisih Rp 700 dari nilai Rp 39.900 pada kilang sebelumnya. Penerapan revisi ini mencerminkan situasi pasar logam yang saat ini bermasalah dan menunjukkan volatilitas harga emas serta perak pada saat yang bersamaan.

Pada hari Selasa, 28 Juli 2026, selain penurunan tajam pada perak, Antam juga menyetorkan harga emas sebesar Rp 2.613.000 per gram, turun Rp 9.000. Penurunan dua komoditas mulia ini terjadi di tengah kerinciannya pasar global metal, termasuk faktur pengiriman cadangan dan meningkatnya permintaan komersial di Asia. Antam, sebagai perusahaan BUMN yang mengelola tambang serta pengolahan mineral, merespons kondisi dunia dengan penyesuaian harga dasar yang diikuti pajak pertambahan nilai (PPN) 11%.

Antam menawarkan perak dalam beberapa pilihan berat dan jenis: Perak Murni tersedia dalam ukuran 250 gram dan 500 gram, sementara Perak Heritage hadir dalam 31,1 gram dan 186,6 gram. Setiap produk memiliki struktur harga berbasis berat kotor, di mana harga dasar diikuti dengan tambahan PPN 11% sebelum diterapkan di pasar. Dengan demikian konsumen mengakumulasi kepastian harga tapi masih mengikuti pola fluktuasi emas.

Berikut rincian harga yang diperbaharui: Perak Murni 250 gram harganya dasar Rp 10.200.000, menjadi Rp 11.322.000 setelah PPN; 500 gram dasar Rp 19.600.000, menjadi Rp 21.756.000. Perak Heritage 31,1 gram dasar Rp 1.766.895, menjadi Rp 1.961.253; dan 186,6 gram dasar Rp 9.480.016, menjadi Rp 10.522.818. Dari daftar tersebut, produk paling hemat adalah Perak Heritage 31,1 gram, sedangkan Perak Murni 500 gram menjadi titik tertinggi. Seluruh harga mengalami penyesuaian tak terhindarkan oleh pergerakan harga logam dan kebijakan internal Antam.

Sebagai perusahaan BUMN yang bergerak di pertambangan, Antam memanfaatkan pengalaman bertahun-tahun dalam produksi logam mulia. Penurunan harga diharapkan akan memberi daya tarik lebih pada investor domestik dan meningkatkan minat beli konsumen, sekaligus menstabilkan mekanisme penyaluran harga di industri emas dan perak. Dengan ekonomi Indonesia yang terus berkembang, harga logam mulia menjadi indikator penting bagi sekuat pasar komoditas.

Perak, dengan simbol kimia Ag dan nomor atom 47, tetap menjadi logam mulia yang dicari bukan hanya untuk keperluan investasi tetapi juga aplikasi industri. Warna putih mengilap dan daya hantar listrik serta panas yang tinggi menjadikan perak solusi bagi sektor elektronik, manufaktur, dan aksesoris. Bentuknya yang fleksibel memudahkan transformasi dalam berbagai bentuk logam lain, menjadi alasan difungsikannya perak di pasar.

Di tengah dinamika harga, Antam akan terus memantau arus pasar global dan kebijakan regulator domestik. Pergeseran selisih Rp 700 per gram mencerminkan respons cepat perusahaan terhadap perubahan kondisi ekonomi internasional dan kebutuhan konsumen. Dengan pengukuran PPN yang tetap, Antam menyesuaikan harga sebagai upaya menjaga keseimbangan antara keuntungan dan daya beli masyarakat.

Artikel Terkait

0