BeritaLokal, Jakarta – Impor Emas China Cetak Rekor Tertinggi pada Juni 2026 menandai puncak minat investor global setelah koreksi tajam harga emas dunia membawa logam mulia ke pusat perhatian pasar batangan terbesar Asia. Sejak pemulangan nilai pasar ke atas di awal tahun, logam ini kembali menjadi pilihan utama bagi pembeli yang mengincar nilai tambah dan perlindungan nilai, sekaligus memicu peningkatan ketat kuota impor bank-bank komersial yang dapat memanfaatkan biaya rendah tersebut.
Harga Rendah Mendorong Impor
Pada tanggal 26 Juli 2026, Kitco melaporkan data bea cukai menunjukkan bahwa pembelian luar negeri bagi China meningkat menjadi sekitar 173 ton, mencatat kenaikan ketiga bulan berturut‑turut. Data ini menempatkan impor Juni sebagai yang tertinggi sejak Maret 2024, sekaligus melampaui total 163 ton pada Mei. Kenaikan volumennya dapat disimpulkan bahwa harga emas yang lebih murah dan peningkatan nilai tukar yuan-yang pada saat itu berada pada level paling kuat-menjadi katalis utama bagi para investor yang membutuhkan eksposur fisik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Bank-bank di China secara konsisten memanfaatkan periode tersebut untuk memaksimalkan kuota impor, menimbun emas batangan guna memenuhi permintaan ritel sekaligus menambah cadangan strategis.
Bank Maksimalkan Kuota Impor
Jinrui Futures, analis Zijie Wu, menegaskan bahwa “Investor yang membeli saat harga turun merupakan pendorong penting dari permintaan baru-baru ini.” Ia menambahkan bahwa bank-bank komersial perlu membangun persediaan mereka untuk menyediakan dukungan fisik bagi penjualan emas batangan ritel dan rencana akumulasi emas, serta menjaga cadangan pengaman untuk saat permintaan melonjak. Inilah yang menjelaskan kenapa sebagian besar lonjakan impor tidak hanya terjadi pada Juni, tetapi juga berlanjut sejak Mei, ketika bank-bank China sudah telah memanfaatkan lisensi impor berhubungan kuota yang secara tidak teratur dilepaskan oleh Bank Sentral China. Kebijakan baru mulai 1 Juni memberikan insentif tambahan bagi bank untuk menggunakan kuota yang tersisa, mengarah pada peningkatan volume impor sekitar 692 ton hingga akhir bulan tersebut-peningkatan 76 % dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Perlu juga ditekankan bahwa bank-bank di China memiliki lisensi untuk mengimpor emas berdasarkan kuota yang dikontrol ketat. Kebijakan “kuota diatur” menjaga inflasi dan melindungi cadangan devisa. Namun, bank masih dapat mengklaim kuota tambahan yang misalnya diterbitkan pada awal Juni. Ini dijadikan peluang bagi bank agar dapat menstimulasi perdagangan lokal dengan menurunkan biaya modal bagi konsumen ritel, menjadikan investasi emas lebih terjangkau bagi kalangan menengah.
Peneliti Guangzhou Southern Gold Market Academy, Song Jiangzhen, memuji sinergi antara kebijakan perbankan dan permintaan konsumen. “Permintaan emas batangan China, bersama dengan rencana akumulasi tambahan bagi konsumen, menjadi salah satu pendorong utama lonjakan impor baru-baru ini.” Kenaikan volume impor tidak terlepas pula dari dinamika tradisional industri perhiasan di Belahan Barat, yang secara musiman menambah pemanfaatan emas untuk aksesoris menjelang festival dan pernikahan di musim panas.
Musim Perhiasan Meningkatkan Permintaan
Quotable charm Ray Jia, Kepala Riset untuk China di World Gold Council (WGC), menegaskan bahwa perbedaan harga emas domestik yang positif tetap menjadi faktor kunci dalam mendorong impor. Ia menyebut: “Impor emas bersih ke China mencapai 157 ton pada bulan April, meningkat 10 % m/m dan 40 % lebih tinggi y/y, menjadikan bulan ini sebagai bulan terkuat sejak Maret 2024.” Rata‑rata selisih harga antara pasar domestik dan internasional pada bulan April menambah dorongan bagi importir untuk menambah stok demi melarutkan harga di pasar lokal.
Faktor musiman juga menandai stabilitas industri perhiasan emas, yang melaporkan pembelian tak terpisahkan setelah periode lemah pada kuartal-waktu sebelumnya. Selama bulan-bulan berikutnya, Investor cenderung menunda pembelian sampai terjadi mikro koreksi harga, meningkatkan peluang bagi pembelian “batch” oleh bank-bank yang memiliki kuota. Kendati pasar tersistem akan terpengaruh oleh faktor musiman, pola kenaikan volume impor sejak Mei hingga Juni menunjukkan adanya tren positif di pasar batangan China.
Efek Kebijakan pada Pasar Emas
Kejadian Impor Emas China Cetak Rekor Tertinggi pada Juni 2026 memperlihatkan dinamika interkoneksi antara kebijakan bank sentral, kekuatan mata uang lokal, serta perilaku investor ritel. Meskipun belum ada indikasi volatilitas jangka panjang, faktor musiman dan strategi bertahap bank dalam memanfaatkan kuota impor memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan permintaan emas di China. Implikasinya adalah peningkatan kebijakan regulasi menandai kebutuhan akan peraturan yang lebih adaptif dan transparan sehingga mendorong pasar emas global tetap stabil serta menarik bagi investor menggunakan mintunya pada situasi ekonomi global.
Artikel Terkait
Harga Perak Antam Naik Rp 850, Menguat di Pasar Indonesia
27 Juli 2026
Harga Emas Antam Melambung Rp 10.000 pada 27 Juli 2026
27 Juli 2026Harga & Spesifikasi Samsung Galaxy Watch Ultra 2
24 Juli 2026
Bank Dunia Berhenti Bagi Pinjaman ke China pada 2031
24 Juli 2026
Harga Emas Pegadaian 24 Jul 2026 Trendi Terbaru di Jakarta
24 Juli 2026
Harga Emas Turun Karena Konflik Timur Tengah
24 Juli 2026
Steam Deck Terus Tebal Harga, Penjualan Terbantut
23 Juli 2026
Harga z Fold8 Dimulai Rp 28,5 Juta di Indonesia
22 Juli 2026
Memuat komentar...