beritalokal.my.id, Jakarta – Kasus penjambretan HP masih menjadi ancaman nyata di kota besar, termasuk Jakarta. Korbannya pun bisa siapa saja, mulai dari pengguna Android hingga iPhone.
Masalahnya, kehilangan smartphone hari ini jauh lebih rumit daripada kehilangan perangkat seharga jutaan rupiah. Di dalam ponsel, ada data pribadi, foto, riwayat pesan, email, hingga akses perbankan tersimpan.
Jika smartphone jatuh ke tangan yang salah, risiko terbesar bukan lagi sekadar harus beli HP baru. Informasi dari data pribadi juga bisa disalahgunakan, akun diambil alih, dan korban kehilangan akses ke layanan penting hanya dalam hitungan menit.
Menjawab rasa kekhawatiran tersebut, Apple mengklaim sudah membekali seluruh lini iPhone mereka dengan sejumlah fitur keamanan bawaan utnuk memperkecil risiko tersebut.
Sebagian fitur ini bisa membantu pengguna melacak perangkat, mengunci akun, melindungi kata sandi, hingga mencegah pencuri mengubah pengaturan sensitif.
Sayangnya, banyak pengguna baru sadar setelah iPhone mereka hilang. Padahal, fitur ini sebaiknya diaktifkan sebelum musibah terjadi.
Berikut tujuh fitur keamanan iPhone yang wajib Anda aktifkan sekarang.
1. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor atau 2FA
Langkah pertama dan wajib dilakukan adalah memiliki Akun Apple yang terlindungi dengan fitur Autentikasi Dua Faktor (Two-Factor Authentication/2FA).
Dengan fitur ini, kamu dapat memastikan meskipun seseorang mengetahui kata sandi akun, mereka tetap tidak bisa masuk tanpa kode verifikasi yang dikirim khusus ke perangkat tepercaya milik pengguna ponsel aslinya.
Akun Apple juga menjadi kunci akses ke seluruh ekosistem perlindungan berikutnya, karena tanpa akun ini, fitur-fitur keamanan lain tidak akan berfungsi optimal.
2. Aktifkan iCloud dan Pilih Tingkat Enkripsi
Setiap Akun Apple akan secara otomatis dilengkapi iCloud dengan kapasitas 5GB gratis, sekaligus sebagai sistem pencadangan otomatis memastikan data tidak ikut hilang saat perangkat raib.
Perlu diperhatikan, iCloud menyediakan dua pilihan enkripsi. Perlindungan Data Standar, pengaturan default yang otomatis aktif. Satu lagi adalah Pelindungan Data Lanjutan, opsi enkripsi end-to-end memastikan Apple sendiri tidak dapat mengakses data tersimpan.
3. Daftarkan Face ID
PerbesarFitur Face ID menggantikan Touch ID (Foto: Apple)
Face ID bukan sekadar cara praktis membuka kunci layar. Fitur ini adalah lapisan autentikasi biometrik menjadi penjaga utama saat fitur-fitur keamanan lain membutuhkan verifikasi identitas.
Teknologi TrueDepth Camera pada iPhone mampu memetakan geometri wajah secara akurat, dan seluruh data tersebut dienkripsi serta tidak pernah meninggalkan perangkat. Tidak tersimpan di iCloud, tidak dikirim ke server Apple.
4. Aktifkan Find My
Find My adalah pusat kendali perangkat Apple hilang atau dicuri. Setelah diaktifkan, pengguna bisa melihat lokasi perangkat secara real-time di peta, membunyikan alarm untuk membantu menemukan perangkat tersembunyi di sekitar rumah, hingga menampilkan pesan kontak untuk penemu jujur.
Nah, satu hal sering luput dari perhatian pengguna adalah mengaktifkan Find My secara otomatis mengaktifkan Activation Lock.
Fitur ini mengunci perangkat ke Akun Apple pemiliknya, sehingga pencuri tidak bisa menghapus dan menjual kembali iPhone meski sudah berhasil me-reset perangkat ke setelan pabrik.
5. Aktifkan Stolen Device Protection
PerbesarDigimap Buka Preorder iPhone 17 Series, Gandeng Didiet Maulana Hadirkan Pouch Eksklusif. (beritalokal.my.id/ Yuslianson)
Keamanan perangkat Apple semakin dalam yang dirancang khusus untuk skenario terburuk: iPhone dicuri oleh seseorang yang sudah mengetahui kode sandi layar.
Dengan Stolen Device Protection aktif, pencuri tetap tidak bisa mengubah kata sandi Akun Apple atau kode sandi perangkat karena tindakan tersebut memerlukan verifikasi Face ID, tanpa alternatif kode sandi.
Selain itu, fitur ini mengaktifkan Penundaan Keamanan: jeda waktu satu jam sebelum perubahan sensitif seperti menonaktifkan Find My atau me-reset perangkat bisa dilakukan.
Penundaan ini memberi pemilik waktu untuk menandai perangkat sebagai hilang sebelum pencuri sempat mengambil alih akun.
6. Gunakan Aplikasi Passwords untuk Kelola Kata Sandi
Sebagai pelengkap, ada baiknya kamu mulai menggunakan aplikasi Passwords bawaan iPhone untuk membantu kamu menyimpan dan mengelola kata sandi, kunci sandi, serta kode verifikasi di satu tempat yang terenkripsi.
Aplikasi ini juga secara proaktif memberi peringatan jika ada kata sandi yang lemah, pernah bocor, atau digunakan di lebih dari satu akun.
7. Pantau dan Kendalikan Izin Aplikasi
PerbesariPhone 17. (beritalokal.my.id/ Yuslianson)
Terakhir adalah memastikan aplikasi-aplikasi terpasang tidak mengakses data lebih dari seharusnya. Sebelum mengunduh aplikasi, Label Nutrisi Privasi di App Store menampilkan jenis data apa saja dikumpulkan oleh aplikasi tersebut.
Anggap saja mirip label informasi gizi pada kemasan makanan. Setelah diunduh, fitur Transparansi Pelacakan App memungkinkan pengguna memilih apakah aplikasi boleh melacak aktivitas mereka di luar aplikasi itu sendiri.
Safari juga dilengkapi Laporan Privasi yang menampilkan daftar pelacak lintas situs yang berhasil diblokir selama sesi penjelajahan.
Jangan Tunggu iPhone Hilang Baru Panik
iPhone memang punya banyak fitur keamanan bawaan. Namun, fitur tersebut hanya efektif jika pengguna mengaktifkannya lebih dulu. Mulai dari Autentikasi Dua Faktor, Find My, Face ID, Stolen Device Protection, sampai aplikasi Passwords, semuanya dirancang untuk memperlambat pencuri dan memberi pemilik waktu mengamankan akun.
Jika iPhone Anda belum memakai semua fitur ini, aktifkan sekarang. Jangan menunggu ponsel hilang baru mencari cara melindungi data pribadi.
