Bayan Resources Respons soal Rencana PP Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam

beritalokal.my.id, Jakarta – Manajemen PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberikan tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai rencana penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Tata Ekspor Sumber Daya Alam (SDA).

Sekretaris Perusahaan PT Bayan Resources Tbk, Jenny Quantero menuturkan, perseroan menghormati dan mendukung kebijakan pemerintah Republik Indonesia dalam rangka penguatan tata kelola sumber daya alam nasional dan mendorong praktik bisnis sesuai prinsip good corporate governance melalui rencana penerbitan Peraturan Pemerintah mengenai tata kelola ekspor sumber daya alam.

“Untuk saat ini, perseroan masih terus memantau dan mempelajari secara mendalam atas substansi, ruang lingkup dan implementasi teknis dari rencana kebijakan tersebut dan aktif mengikuti sosialisasi dan forum diskusi pembahasanrencana penerapan kebijakan tersebut,” ujar dia.

Saat ditanya mengenai dampak atas rencana itu, Jenny mengatakan, perseroan memiliki pendapatan atas penjualan ekspor batu bara e luar negeri. Untuk saat ini, perseroan masih mempelajari dan melakukan kajian komprehensif atas rencana kebijakan tersebut guna memahami mekanisme implementasi secara utuh.

“Namun, sampai saat penyampaikan penjelasan ini, perseroan belum mengetahui mekanisme dari kebijakan yang dimaksud, sehingga perseroan untuk saat ini belum dapat menentukan secara pasti dampak penerapan kebijakan tersebut terhadap perseroan termasuk terhadap besaran pendapatan, laba usaha, laba bersih arus kas maupun dampak-dampak lainnya,” kata Jenny.

Sebagai langkah mitigasi, perseroan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan regulator yang dimaksud termasuk berkoordinasi dan berkomunikasi dengan regulator, asosiasi industri, pelanggan serta pemangku kepentinganlainnya.

“Perseroan juga akan melakukan evaluasi secara berkala terhadap strategi operasional dan komersial Perseroan guna memastikan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menjaga keberlangsungan usaha Perseroan,” ujar dia.

Hingga kini, perseroan belum memiliki rencana tindakan korporasi tertenturencana kebijakan tersebut. “Namun demikian, perseroan senantiasa memastikan mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan menyampaikan keterbukaan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia apabila terdapat perkembangan material sehubungan dengan hal ini,” kata dia.

Kinerja Kuartal I 2026

PerbesarPertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Sebelumnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat penurunan pendapatan dan laba hingga kuartal pertama 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (3/5/2026), PT Bayan Resources Tbk (BYAN) meraup pendapatan turun 7,6% menjadi USD 821,65 juta hingga kuartal pertama 2026. Pada periode sama tahun lalu, perseroan meraup pendapatan USD 890,14 juta.

Beban pokok pendapatan susut 3,5% menjadi USD 554,58 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 574,90 juta.

Laba bruto perseroan turun 15,28% dari USD 315,24 juta hingga kuartal pertama 2025 menjadi USD 267,06 juta hingga kuartal pertama 2026.

Beban penjualan turun menjadi USD 9,77 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 10,51 juta. Beban umum dan administrasi naik menjadi USD 12,99 juta hingga kuartal pertama 2026 dari kuartal pertama 2025 sebesar USD 11,03 juta. Beban keuangan turun menjadi USD 1,18 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 4,62 juta. Penghasilan keuangan turun menjadi USD 6,72 juta hingga Maret 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 7,63 juta.

 

Aset Perseroan

PerbesarPertambangan PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Foto bayan.com.sg

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 12,44% menjadi USD 190,79 juta hingga kuartal pertama 2026 dari periode sama tahun sebelumnya USD 217,91 juta.

Laba periode berjalan merosot 12,3% menjadi USD 195,53 juta hingga kuartal pertama 2026. Pada kuartal pertama 2025 tercatat laba USD 222,97 juta.

Laba bersih per saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dasar dan dilusi menjadi USD 0,006 pada kuartal pertama 2026 dari kaurtal pertama 2025 USD 0,007.

Ekuitas perseroan naik menjadi USD 2,89 miliar hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 2,69 miliar. Liabilitas perseroan turun menjadi USD 617,20 juta hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar USD 680,46 juta. Aset perseroan naik menjadi USD 3,50 miliar dari Desember 2025 sebesar USD 3,37 miliar.



error: Content is protected !!