PBB: Serangan Israel di Lebanon Hambat Distribusi Bantuan Kemanusiaan

BeritaLokal, Beirut – Serangan Israel di Lebanon Selatan terus menghambat upaya distribusi bantuan kemanusiaan yang seharusnya menjangkau warga terdampak konflik. Pemerintah PBB memperingatkan bahwa situasi krisis semakin kompleks, dengan dampak serangan udara dan tempur berkelanjutan mengganggu akses darurat serta layanan dasar di wilayah yang terkena dampak.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebutkan bahwa serangan pada Kamis (28 Mei 2026) di Kegubernuran Nabatieh telah merusak infrastruktur penting, seperti jalan utama Distrik Marjayoun dan jalur evakuasi medis. Dampaknya membuat fasilitas penampungan di Kota Tyre mencapai kapasitas penuh, sementara warga terpaksa mengungsi ke wilayah utara Lebanon. OCHA juga menyebutkan perintah evakuasi berulang memaksa banyak keluarga meninggalkan rumah, namun kondisi keamanan yang cepat membuat sebagian warga kembali tinggal sebelum akhirnya mengungsi lagi.

Dalam laporan lokal, sedikitnya delapan orang tewas di Maarakah, Kegubernuran Selatan, sementara tiga lainnya terluka dalam serangan yang menghantam Kamp Pengungsi Palestina Al Buss. Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Lebanon, Imran Riza, menyoroti keprihatinan atas meningkatnya intensitas pertempuran dan dampak perintah evakuasi terhadap warga sipil. Ia juga mengomentari laporan bahwa sejumlah warga terluka akibat serangan udara saat berusaha keluar dari wilayah yang dikepung.

Data resmi pemerintah Lebanon menyebutkan sedikitnya 3.355 orang tewas dan 10.095 lainnya mengalami luka-luka sejak eskalasi konflik pada 2 Maret, setelah perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran pecah. Program Pangan Dunia (WFP) bersama mitranya telah mendistribusikan lebih dari 11 juta porsi makanan panas dan dingin, sementara Komisariat Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyalurkan 170.000 selimut dan 130.000 kasur bagi warga yang terpaksa mengungsi.

Situasi krisis semakin berat, dengan fasilitas penampungan di Tyre penuh dan keluarga memilih mengungsi ke wilayah lain. OCHA menegaskan bahwa upaya distribusi bantuan tetap berlanjut meskipun tantangan terus muncul. “Meski menghadapi berbagai kendala, PBB dan mitra kemanusiaannya terus menyalurkan bantuan penyelamat nyawa ke seluruh penjuru negeri,” kata OCHA dalam pernyataan mereka.

Serangan Israel terus berlanjut, memperparah kondisi darurat di Lebanon Selatan. Dampaknya tidak hanya menghambat distribusi bantuan, tetapi juga menimbulkan risiko lebih besar bagi warga yang terdampak. Kondisi krisis ini memerlukan perhatian bersama dari pemerintah, mitra internasional, dan masyarakat untuk memastikan akses layanan darurat tetap terjaga.

Artikel Terkait

0