Telkom Kantongi Pendapatan Rp 37,18 Triliun hingga Maret 2026

beritalokal.my.id, Jakarta – PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat kinerja keuangan beragam sepanjang kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan pertumbuhan pendapatan hingga Maret 2026.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (31/5/2026), PT Telkom Indonesia Tbk meraih pendapatan Rp 37,18 triliun hingga Maret 2026. Pendapatan perseroan naik 1,5% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 36,63 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban operasi, pemeliharaan dan jasa telekomunikai naik 15,49% menjadi Rp 11,09 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 9,60 triliun. Beban penyusutan dan amortitasi naik 3,83% menjadi Rp 8,69 triliun dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 8,37 triliun. Beban karyawan turun 3,1% dari Rp 4,15 triliun menjadi Rp 4,02 triliun.

Beban interkoneksi perseroan merosot 11,91% menjadi Rp 1,8 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,06 triliun. Beban umum dan administrasi turun 13,85% menjadi Rp 1,56 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp  1,8 triliun.

Beban pemasaran susut 6,6% menjadi Rp 715 miliar dari kuartal pertama 2025 sebesar Rp 766 miliar.

Perseroan meraup laba usaha Rp 8,92 triliun pada kuartal pertama 2026. Laba usaha susut 12,16% dari periode kuartal pertama 2025 sebesar Rp 10,16 triliun.

Perseroan mencatat laba periode berjalan sebesar Rp 6,05 triliun pada kuartal pertama 2026. Laba periode berjalan turun 17,4% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,33 triliun.

Selain itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 4,34 triliun hingga kuartal pertama 2026, turun 21,7% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 5,54 triliun.

Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 155,81 triliun pada kuartal pertama 2026 dari periode Desember 2025 sebesar Rp 150,5 triliun. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp 134,14 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 137,22 triliun.  Aset perseroan naik menjadi Rp 289,95 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 287,75 triliun.

Telkom Bakal Gelar RUPS 8 Juni 2026, Cek Delapan Agenda yang Dibahas

PerbesarSuasana di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11/2015). Pelemahan indeks BEI ini seiring dengan melemahnya laju bursa saham di kawasan Asia serta laporan kinerja emiten triwulan III yang melambat. (beritalokal.my.id/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 pada 8 Juni 2026. Perseroan memastikan pemanggilan resmi RUPS telah disampaikan kepada para pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Senin (18/5/2026) RUPS Tahunan akan dilaksanakan pada Senin, 8 Juni 2026 pukul 14.00 WIB secara elektronik melalui platform eASY.KSEI. Adapun tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) atau recording date yang berhak menghadiri rapat telah ditetapkan pada 13 Mei 2026.

SVP Corporate Secretary Telkom, Jati Widagdo, menyampaikan pelaksanaan rapat secara elektronik dilakukan melalui sistem eASY.KSEI untuk memudahkan partisipasi pemegang saham dalam mengikuti jalannya agenda rapat. Merujuk pada surat Perseroan Nomor Tel.26/PR000/COP-M0000000/2026 tertanggal 1 Mei 2026, pemberitahuan penyelenggaraan RUPS telah disampaikan kepada publik dan regulator pasar modal.

Delapan Agenda Akan Dibahas

Jati menyampaikan, terdapat delapan agenda yang akan dibahas dalam RUPS Tahunan tersebut. Pertama, Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil Tahun Buku 2025, sekaligus Pemberian Pelunasan dan Pembebasan Tanggung Jawab Sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas Tindakan pengurusan Perseroan dan Dewan Komisaris atas tindakan pengawasan Perseroan yang Telah Dijalankan selama Tahun Buku 2025.

 

Agenda RUPS Lainnya

PerbesarPengunjung melintas di dekat monitor perkembangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin dibuka melemah sebesar 12,76 poin. (beritalokal.my.id/Immanuel Antonius)

Agenda kedua, Penetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2025. Ketiga, Penetapan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026, serta Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 bagi Pengurus Perseroan.

Keempat, Penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasi Perseroan dan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) untuk Tahun Buku 2026. Kelima, Persetujuan Pembelian Kembali Saham (Buyback).

Agenda keenam, Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk RUPS. Ketujuh, perubahan anggaran dasar perseroan. Kemudian, agenda kedelapan adalah membahasperubahan pengurus Perseoan.



error: Content is protected !!