Mengintip 2 Universitas Berusia Ratusan Tahun di St. Petersburg: Kampus Putin hingga Para Penerima Nobel

Berfungsi sebagai ibu kota kekaisaran selama dua abad, St Petersburg kini bertransformasi menjadi pusat kebudayaan, seni, dan destinasi wisata paling artistik d

PerbesarRuang pertemuan Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg.

, St peterburg- Selain Moskow, siapapun yang berkunjung ke Rusia, wajib menyempatkan bertandang ke Kota Saint Petersburg (St Petersburg). Keindahan kota terbesar kedua di Rusia ini tak terbantahkan. Ciri khas perpaduan kemegahan arsitektur Eropa dengan kekayaan sejarah Kekaisaran Tsar, terlihat di setiap sudut jalanan terasa seperti berada di dalam museum terbuka raksasa di St Petersburg.

Didirikan oleh Tsar Peter Agung pada tahun 1703, kota pelabuhan di tepi Sungai Neva ini dijuluki sebagai “Venesia dari Utara.” Aliran sungai yang deras nan bersih, menjadi jalur kapal-kapal pembawa turis yang ingin menikmati keindahan kota ini.

Berfungsi sebagai ibu kota kekaisaran selama dua abad, St Petersburg kini bertransformasi menjadi pusat kebudayaan, seni, dan destinasi wisata paling artistik di Rusia. Dengan lebih dari 8.000 situs warisan budaya yang dilindungi, kota ini merupakan salah satu kota paling berharga di Rusia dan dunia.

Namun tidak hanya soal keindahan, kota ini juga menjadi rumah bagi kampus kelas dunia. Sebut saja Universitas Pertambangan Saint Petersburg Empress Catherine II. Kemudian Universitas Negeri St Petersburg dan St Petersburg State Marine Technical University.

berkesempatan melihat langsung bagaimana sistem pendidikan dan kehidupan mahasiswa di kampus yang masuk jajaran kelas dunia ini, beberapa waktu lalu:

Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg 

Memasuki kampus pertambangan ini, pemandangan sedikit berbeda dibandingkan kampus lain adalah para mahasiswa yang berseragam. Setelan jas berwarna hitam pekat atau biru tua sangat gelap berbahan wol berkualitas tinggi tampak menyatu dengan tubuh para mahasiswa. Kerah tegak mengadopsi gaya militer kekaisaran kuno, dan tanda pangkat di bagian bahu serta simbol palu silang tersemat di kerah kian melengkapi.

Ternyata, kewajiban penggunaan seragam jas khusus tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga seluruh jajaran dosen dan profesor. Universitas yang didirikan Ratu Catherine II pada tahun 1773 ini, merupakan lembaga pendidikan teknik tinggi pertama di Rusia. Serta salah satu universitas teknik tertua di dunia.

Wakil Rektor Hubungan Internasional Evgeniy A. Lyubin menjelaskan, selama ini Rusia  sangat terbuka menerima mahasiswa dari dalam maupun luar negeri. Bahkan sistem pendidikan di kampus ini membantu mendidik mahasiswa menjadi ahli.

“Kami sangat terbuka karena lihat saja keberadaan mahasiswa asing kami yang berasal lebih dari 70 negara dan kami berusaha mendidik mereka menjadi ahli di Rusia. Kami juga punya memiliki banyak partner dari seluruh dunia, meski sayang sekali kerjasama dengan kampus Eropa sedang tidak terlalu aktif tetapi negara lain seperti India, China, Asia Tenggara, Amerika Latin, Afrika sangat aktif dan kami bekerja sama bukan hanya dengan universitas tetapi juga dengan perusahaan,” jelas dia.

Saat ini, Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg merupakan pusat ilmiah dan pendidikan tingkat lanjut yang menyediakan pelatihan teknik di bidang pertambangan dan minyak dan gas, konstruksi dan arsitektur, elektronika, mekanika, energi,dan ilmu material. Kemudian metalurgi dan teknologi kimia, geologi dan geoekologi, TI,ekonomi, dan manajemen – semuanya berfokus pada sektor sumber daya mineral.

Lyubin membeberkan kualifikasi yang dibutuhkan bila minat belajar di kampus ini. Pertama, mengacu pada jurusan yang dituju, di mana untuk masuk kampus Universitas Pertambangan St Petersburg harus menguasai mata pelajaran matematika dan fisika.

Kemudian mulai mempersiapkan diri sejak lulus sekolah menengah atas. Mengajukan aplikasi pendaftaran dan melengkapi dokumen ke website Study in Russia.

“Bila kami telah approve selanjutnya mahasiswa akan langsung diterima masuk ke kampus kami. Di mana di sini kami memberikan pendidikan selama 6 tahun,” tambah dia.

PerbesarMahasiswa Universitas Pertambangan Saint Petersburg. Foto: Nurmayanti/

Fasilitas Lengkap

Adapun kompleks properti Universitas Pertambangan Catherine II Saint Petersburg mencakup lebih dari 400.000 meter persegi dan meliputi 3 pusat akademik di pusat bersejarah Saint Petersburg di Pulau Vasilyevsky, dan 7 lokasi penelitian dan lapangan di Wilayah Leningrad dan Republik Krimea. Laboratorium dan basis instrumentasi adalah salah satu yang terbaik di Rusia, dan tersedia untuk peneliti dan mahasiswa internasional.


diajak berkeliling kampus dan melihat fasilitas yang ada. Kampus ini memiliki 8 asrama mahasiswa dengan fasilitas yang lengkap. Seperti kantin, pusat kebugaran, fasilitas laundry hingga wifi.

Standar kamar pun dibuat nyaman yang bisa diisi 3 sampai 4 mahasiswa. Bahkan beberapa kamar dilengkapi fasilitas dapur di dalamnya. Dan ada yang memang disiapkan bagi mahasiswa berkeluarga. Soal biaya mahasiswa membayar bervariasi untuk kamar asrama, berkisar 2.000 Rubel hingga 10.000 Rubel per bulan.

Lyubin menegaskan jika biaya bulanan untuk tinggal di asrama di Rusia masih sangat terjangkau. Hal ini memang tujuan dari pemerintahnya memberikan biaya pendidikan yang sangat terjangkau.

Hal ini mampu dicapai karena kerjasama antara pemerintah Rusia dan pihak kampus. “Pemerintah memberikan anggaran tetapi kami (kampus) juga berusaha mencari pendanaan dan terkadang bekerjasama dengan swasta,” tutur dia.

 

Universitas Negeri St Petersburg

PerbesarUniversitas Negeri St Petersburg. Foto: Nurmayanti/

Gedung bercat merah putih dilengkapi deretan jendela besar nan kokoh berdesain abad pertengahan menjadi ciri kampus ini. Pintu kayu besar menjadi pintu masuk kontras dengan warna bangunan.

Di depan berdiri patung sosok terkenal, sebuah monumen Count Sergey Uvarov, mantan Menteri Pendidikan Kekaisaran Rusia, berdiri di kompleks utama Saint Petersburg State University.

Inilah Universitas Negeri St. Petersburg, yang didirikan berdasarkan dekrit Kaisar Peter Agung, dan hingga saat ini merupakan satu-satunya universitas di Rusia yang telah merayakan ulang tahunnya yang ke-300.

Tepatnya pada 1724  kampus ini berdiri. Pada awal pendirian, kampus ini sejatinya bukan diperuntukkan sebagai lembaga pendidikan tetapi lokasi pemerintahan. 

“Saat ini, St. Petersburg State University merupakan pusat pendidikan dan penelitian yang diakui secara internasional, serta secara konsisten menempati posisi di antara universitas-universitas terbaik dunia dalam berbagai pemeringkatan internasional paling bergengsi,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri St. Petersburg, Marina Lavrikova. 

Selama tiga abad sejarahnya, universitas ini telah menjadi tempat berkarya dan belajar bagi ribuan cendekiawan terkemuka, tokoh masyarakat, negarawan, politikus, penulis, seniman, dan musisi. “Lulusan kami ada 9 penerima nobel, 6 perdana menteri Rusia dan 2 Presiden,” lanjut Marina.

Lulusan yang dimaksud antara lain terdapat Dmitri Mendeleev, Alexander Popov, Ivan Turgenev, Pyotr Stolypin, Ivan Pavlov, Dmitri Mamin-Sibiryak, Vasily Dokuchaev, Alexander Blok, Mikhail Vrubel, Mikhail Glinka, Nicholas Roerich, Lev Landau, Leonid Kantorovich, Vladimir Putin, dan Dmitri Medvedev, serta banyak tokoh lainnya.

 

PerbesarLorong perpustakaan di Universitas Negeri St Petersburg. Inilah perpustakaan universitas tertua dan terbesar di Rusia. Memiliki 7 juta koleksi yang tersimpan dalam repositori. 40.000 manuskrip Timur, Slavonik Kuno, dan Eropa Barat.
Lebih dari 72.000 buku langka.
3,1 juta entri dalam katalog elektronik.

Setidaknya 25.000 mahasiswa, di antaranya lebih dari 4.500 mahasiswa internasional menempuh pendidikan di sini. Kampus ini memang banyak membuka kesempatan belajar bagi mahasiswa asing. 

Terdapat program SPbU Olympiads yang terbuka untuk Warga Negara Asing (WNA) di bawah Kuota Pemerintah Federal Rusia. Mulai dari program sarjana (undergraduate), spesialis, magister (graduate) hingga pascasarjana

Di Rusia, program pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan individu. Tidak hanya belajar, mahasiswa juga melakukan pelatihan di tempat kerja (on-the-job training) dengan struktur kursus modular. Serta pembelajaran berbasis kampus atau di lokasi yang ditentukan.

Universitas Negeri St. Petersburg dikenal memiliki dana abadi yang sangat besar. Nilainya tercatat mencapai 1.917 juta rubel per 1 Januari 2026, yang berasal lebih dari 1.000 donatur.

Dana abadi ini didirikan oleh staf St. Petersburg State University pada Juni 2008. Dana tersebut dibentuk melalui donasi untuk memberikan dukungan bagi berbagai proyek yang penting bagi pengembangan jangka panjang universitas, serta bagi perekonomian dan masyarakat Rusia. Dana Abadi SPbU merupakan salah satu dana abadi universitas terbesar di Rusia.

Biaya Terjangkau

Belasan mahasiswa Indonesia tercatat menimba ilmu di Universitas Negeri St. Petersburg (SPbU) dengan berbagai jurusan.

Mahasiswa Hubungan Internasional, I Komang Arya Siwanata mengaku tidak mendapatkan masalah apapun belajar di Rusia. Baik dari sisi keamanan maupun lainnya. “Saya bangga bisa kuliah di tempat bergengsi seperti ini. Dan di sini aman tidak ada masalah,” ujarnya.

Selain itu, dia mengatakan mendapatkan biaya pendidikan plus biaya hidup yang cukup murah. Hanya perlu mengeluarkan 2.600 rubel (Rp 600 ribuan) per bulan untuk biaya asrama. Serta sekitar Rp 2-3 juta per bulan untuk biaya hidup.

I Komang mengatakan kuliah di St Petersburg  karena mendapatkan beasiswa dari pemerintah. “Awalnya saya rajin mencari-cari di internet soal informasi beasiswa. Kemudian info dari grup telegram, nanya-nanya dan akhirnya saya diterima kuliah di sini,” jelas lulusan dari SMA di Jakarta ini.

 

 

 



error: Content is protected !!