beritalokal.my.id, Beijing – Kalung berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama PettiChat menjadi sorotan setelah diklaim mampu menerjemahkan suara dan perilaku hewan peliharaan ke dalam pesan yang lebih mudah dipahami manusia. Teknologi tersebut disebut memanfaatkan AI untuk menganalisis berbagai sinyal yang ditunjukkan hewan sehari-hari.
Dilansir dari Channel News Asia, pada Minggu (31/5/2026), perangkat yang dikembangkan Meng Xiaoyi itu diklaim mampu menerjemahkan gonggongan anjing, meongan kucing, dan berbagai vokalisasi hewan peliharaan lainnya dengan tingkat akurasi hingga 95 persen.
Sejak masa prapemesanan dibuka awal bulan ini, sekitar 10.000 unit perangkat dilaporkan telah dipesan oleh konsumen.
PettiChat dipasang pada kalung hewan peliharaan dan terhubung ke aplikasi telepon pintar. Sistem AI yang digunakan menganalisis pola suara dan perilaku hewan berdasarkan jutaan sampel data yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Hasil analisis kemudian diterjemahkan menjadi kalimat sederhana, seperti “perhatikan saya”, “saya ingin camilan”, atau “tinggalkan saya sendiri”.
Selain menerjemahkan suara hewan ke dalam bahasa manusia, perangkat tersebut juga diklaim mampu mengubah ucapan manusia menjadi sinyal yang lebih mudah dipahami oleh hewan peliharaan. Perusahaan menyebut proses penerjemahan berlangsung sekitar 1,2 detik sehingga memungkinkan komunikasi secara hampir real-time.
Namun, klaim tersebut menuai keraguan dari sejumlah ilmuwan dan pengguna media sosial. Mereka mempertanyakan tingkat akurasi yang disebut mencapai 95 persen karena hingga kini belum ada penelitian independen yang dipublikasikan untuk memverifikasi kinerja perangkat tersebut.
Para pengkritik juga menilai kemampuan AI untuk menafsirkan emosi, keinginan, atau niat hewan hanya berdasarkan suara masih menjadi tantangan besar dalam dunia sains.
Selain fitur penerjemahan, PettiChat dilengkapi sejumlah fungsi tambahan seperti pelacak lokasi, pemantauan aktivitas, dan riwayat percakapan digital antara pemilik dan hewan peliharaan.
Perangkat tahan air tersebut dijual dengan harga sekitar 235 dolar Australia dan memerlukan biaya langganan aplikasi untuk mengakses seluruh fitur yang tersedia.
