BeritaLokal, Jakarta – Saat ini, dunia film terus mencoba menemukan cara untuk menggabungkan genre yang sebelumnya terlihat saling menjauh-seperti animasi dan game. Namun, Quentin Dupieux, sutradara asal Prancis, telah membuktikan bahwa kreativitas bisa muncul dari kombinasi antara kedua medium tersebut dalam film animasi Le Vertige. Film ini memperlihatkan visual yang mirip dengan game jadul era PlayStation 1, menawarkan pengalaman yang unik dan menciptakan kesan “janky” yang khas.
Selain itu, Dupieux tidak hanya membuatnya terkesan asing, tapi juga sengaja menggarapnya secara amatiran. Ia mengatakan bahwa seluruh tim produksi-termasuk dirinya sendiri-tidak memiliki pengalaman dalam film animasi. Proses pembuatan film ini dimulai dengan memanfaatkan perangkat iPhone, aplikasi murahan, dan software 3D gratis seperti Blender. Hasilnya adalah sebuah trailer yang terlihat sangat “janky” atau bermasalah visual, tetapi hal tersebut justru menjadi bagian dari kisah yang ingin dituturkan.
Le Vertige tidak hanya menarik perhatian karena gaya visualnya, tapi juga karena plot ceritanya: karakter-karakternya hidup dalam dunia simulasi yang mereka sendiri mengendalikan. Karena itu, Dupieux memilih untuk memberikan kesan “bug” dan kegagalan visual sebagai bagian dari narasi yang ingin ditampilkan. Film ini akan tayang di Festival Film Cannes 2026 dan disiapkan untuk berada di bioskop Prancis pada 10 Juni mendatang.
Dalam wawancara dengan Trois Couleurs via Dexerto, Dupieux menjelaskan bahwa keputusan untuk menggarap film secara amatiran adalah langkah yang sengaja dilakukan agar keterlibatan pengguna lebih terasa seperti pengalaman langsung dalam dunia simulasi. “Ini bukan sekadar proyek keisengan,” kata ia. “Kami ingin membuktikan bahwa teknologi dan kreativitas bisa hidup bersama tanpa membutuhkan perangkat keras yang mahal.”
Penggemar film dan game di luar Prancis mengatakan bahwa Le Vertige mungkin menjadi salah satu contoh terkini dalam genre “film gaming” yang mengeksplorasi keterbatasan teknologi dan keunikan visual. Meski begitu, para penonton juga memberi tahu bahwa film ini bisa jadi pengalaman yang mengesankan-terutama bagi mereka yang menyukai kisah yang terasa seperti simulasi.
Kamu bisa melihat trailernya di sini. Apa tanggapanmu? Komentar kamu disini ya!
Artikel Terkait
Ibra Film Menembus Langit Kisah Konflik Bersahabat
27 Juli 2026
Film Anak Bambu Hadirkan Kisah Keluarga Tayang 23 Juli
21 Juli 2026
Aku Sebelum Aku: Proses Produksi dan Trailer Baru
15 Juli 2026
Irish Bella Ogah Jadi Kameo Film Dosa, Akui Sudah Pusing Jadi Produser Eksekutif
8 Juni 2026
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya Puji Film Garuda di Dadaku, Harapan Baru Industri Animasi
5 Juni 2026
Acha Septriasa Gebrak Industri Film, Luncurkan Avarta Media untuk Berburu Cerita Autentik
2 Juni 2026
Blue Archive Kena Review Bomb, Sistem Pity Dipertanyakan
27 Juli 2026
Spesifikasi Hololive Dreams PC & Mobile Minimum Rekomendasi
27 Juli 2026
Memuat komentar...