Israel Balas Rudal Iran, Ledakan Terdengar di Teheran hingga Isfahan

Serangan Israel terjadi setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, yang menjadi serangan pertama Teheran sejak gencatan senjata pada awal April.

PerbesarMedia lokal Iran melaporkan kebakaran besar terjadi di Teheran dan mengonfirmasi bahwa kilang minyak dan fasilitas penyimpanan minyak terkena dua rudal serangan udara. Tampak dalam foto, empat pria berjalan berlatar kepulan asap tebal dari serangan gabungan AS-Israel terhadap fasilitas penyimpanan minyak pada Sabtu 7 Maret 2026 malam yang membubung ke langit di Teheran, Minggu, 8 Maret 2026. (AP Photo/Vahid Salemi)

, Tel Aviv – Militer Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer di Iran pada Senin (8/6/2026) waktu setempat sebagai balasan atas serangan rudal yang sebelumnya diluncurkan Teheran ke wilayah Israel.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah menyerang sasaran militer di wilayah barat dan tengah Iran. Serangan tersebut memicu ledakan di beberapa kota besar, termasuk Teheran, Tabriz, dan Isfahan, dikutip dari laman CNN, Senin (8/6).

Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, Mehr News dan IRIB, sejumlah ledakan keras terdengar di ketiga kota tersebut. Namun hingga kini belum ada informasi resmi mengenai korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan itu.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi terjadinya ledakan di sejumlah wilayah dan menuduh Israel menggunakan rudal balistik yang diluncurkan dari udara dalam operasi tersebut.

Serangan Israel terjadi sehari setelah Iran meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel, yang menjadi serangan pertama Teheran sejak gencatan senjata pada awal April lalu. Ketegangan terbaru ini menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menunda rencana serangan balasan terhadap Iran.

 

Respons Trump

PerbesarPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, saat bertemu di Ruang Oval, Gedung Putih, Selasa (4/2/2025). (Dok. AP Photo/Evan Vucci)

Seorang pejabat AS mengatakan Trump menyampaikan permintaan tersebut dalam percakapan telepon dengan Netanyahu pada Minggu. Dalam wawancara dengan Financial Times, Trump juga menyatakan Netanyahu perlu menerima setiap kesepakatan yang mungkin dicapai Washington dengan Teheran.

“Dia tidak memegang kendali,” kata Trump merujuk pada Netanyahu.

Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa pihaknya dapat mengambil langkah lebih jauh jika serangan Israel terus berlanjut. Seorang penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Teheran mempertimbangkan penutupan Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran strategis dunia, apabila Israel meningkatkan operasi militernya.

Rangkaian serangan saling balas antara Iran dan Israel semakin memperbesar risiko meluasnya konflik regional, terutama ketika upaya diplomatik yang dimediasi Amerika Serikat masih berlangsung untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.



error: Content is protected !!